Disambut Histeris Keluarga

0
477

CLURING – Jenazah Bella Vioela Jaya,  18, tenaga kerja Indonesia (TKI), yang menjadi korban kapal karam di Selat  Malaka pada Kamis (3/9) lalu tiba di  rumah orang tuanya di Dusun Krajan, Desa Taman agung, Kecamatan Cluring,  Banyuwangi, sore kemarin (9/9).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kedatangan jenazah korban itu langsung disambut hujan tangisan keluarga. Para tetangga yang ikut menyambut kedatangan jenazah korban juga banyak yang tidak kuasa menahan tangis. Mobil ambulans milik Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya yang mengangkut jenazah korban tiba di  rumah duka sekitar pukul 15.05.

Ibu kandung korban, Evi Emi  Cahya, yang mulanya duduk langsung berteriak histeris saat peti jenazah dibawa ke rumah. “Anakku. Minggiro-minggiro aku pingin ndelok anakku (Anakku. Minggir-minggir,  saya ingin melihat anakku),” cetus Evi Emi Cahya sambil  menangis histeris.

Sejumlah kerabat tampak berusaha menenangkan ibu korban yang terus menangis dengan histeris itu. Jenazah korban tidak lama berada di rumah duka, hanya  sekitar 30 menit. Setelah disalatkan,  peti jenazah kembali dimasukkan mobil ambulans dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Aktivis Lembaga Buruh Migran Banyuwangi, Mariatul Qibtiyah, yang ikut mendampingi pemulangan jenazah Bella Vieola Jaya mengatakan, pihaknya baru mengetahui meninggalnya korban setelah diberi kabar Badan Nasional  Penempatan dan Perlindungan  Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)  melalui telepon seluler pada Selasa (8/9).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last