Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Dishub Bondowoso Uji Coba Sistem Dua Arah Jalan Letnan Sudiono, Upaya Urai Kepadatan Lalu Lintas Kota

dishub-bondowoso-uji-coba-sistem-dua-arah-jalan-letnan-sudiono,-upaya-urai-kepadatan-lalu-lintas-kota
Dishub Bondowoso Uji Coba Sistem Dua Arah Jalan Letnan Sudiono, Upaya Urai Kepadatan Lalu Lintas Kota

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mulai menerapkan uji coba sistem lalu lintas dua arah di ruas Jalan Letnan Sudiono, tepatnya di kawasan Simpang Empat Pak Kromo, Selasa (13/1/2026).

Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan di dalam kota.

Uji coba tersebut mulai diberlakukan sejak pukul 00.00 WIB dan akan berlangsung setiap hari, kecuali pada hari Minggu.

Pada hari Minggu, kawasan tersebut tetap difungsikan sebagai area Car Free Day (CFD) yang rutin digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan roda dua maupun roda empat kini sudah dapat melintas di dua sisi badan Jalan Letnan Sudiono hingga perempatan Kafe Anaga.

Selain itu, lampu lalu lintas (traffic light) di sisi kanan Kantor BP4D Bondowoso yang sebelumnya tidak difungsikan, kini kembali dioperasikan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

Meski demikian, pada hari pertama penerapan sistem dua arah, masih banyak pengendara yang belum sepenuhnya memahami perubahan pola lalu lintas tersebut.

Hal ini terlihat dari sejumlah pengendara yang tampak ragu saat melintas, terutama saat mendekati simpang empat.

“Saya tadi sempat diteguri pengendara lain karena dianggap salah arah. Mungkin karena masih hari pertama uji coba,” ujar Wahyu, warga Jalan Veteran, Bondowoso, saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, kebingungan juga dialami pengendara yang datang dari arah timur.

Saat hendak berbelok ke selatan, tidak sedikit pengendara yang melewati marka putih di lampu merah karena belum terbiasa dengan pengaturan lalu lintas baru.

“Kalau belok ke selatan, banyak yang sampai melewati marka putih di lampu merah,” katanya.

Alasan Penerapan Sistem Dua Arah

Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo, menjelaskan bahwa uji coba sistem dua arah ini bukan tanpa dasar.

Rekayasa lalu lintas dilakukan menyusul pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.


Page 2


Page 3

Berdasarkan data dari Samsat Bondowoso, dalam lima bulan terakhir tercatat penambahan kendaraan bermotor baru lebih dari 5.000 unit.

Lonjakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan volume lalu lintas di jalan-jalan utama kota, sementara di sisi lain tidak ada penambahan ruas jalan baru.

“Peningkatan kepemilikan kendaraan berbanding lurus dengan peningkatan volume lalu lintas. Karena tidak ada penambahan jalan, maka satu-satunya solusi adalah melakukan rekayasa arus lalu lintas berdasarkan survei lalu lintas harian rata-rata,” jelas Sigit.

Ia mengungkapkan, hasil evaluasi Dishub menunjukkan bahwa Jalan Ahmad Yani saat ini sudah berada pada level C atau kategori padat. Sementara itu, Jalan Letnan Sudiono masih berada pada level A atau sangat lancar.

“Kondisi ini perlu penyeimbang. Dengan sistem dua arah di Jalan Letnan Sudiono, diharapkan kepadatan di Jalan Ahmad Yani bisa dikurangi,” tambahnya.

Kajian Tata Kota dan Antisipasi Arus Tol

Tidak hanya fokus pada rekayasa lalu lintas jangka pendek, Dishub Bondowoso juga telah mengajukan kajian akademis terkait tata kota kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D).

Kajian tersebut mencakup penataan arus lalu lintas, pedagang kaki lima (PKL), hingga sistem parkir yang selama ini kerap menjadi hambatan samping di sejumlah ruas jalan.

“PKL dan parkir yang tidak tertata bisa mengurangi kapasitas jalan dan menghambat kelancaran lalu lintas. Ini harus ditangani secara komprehensif,” ujar Sigit.

Selain itu, Dishub juga mengantisipasi dampak dibukanya Gerbang Tol Situbondo Barat.

Keberadaan tol tersebut diperkirakan akan meningkatkan arus kendaraan menuju Bondowoso dari berbagai daerah, seperti Jember, Banyuwangi, dan Situbondo.

Sejumlah ruas jalan yang diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan antara lain jalur Situbondo–Bondowoso, Kalisat–Bondowoso (Arak-arak), Jember–Bondowoso (Arak-arak), serta Ijen–Bondowoso (Arak-arak).

“Karena Bondowoso belum memiliki jalur lingkar, maka seluruh arus kendaraan dari luar daerah akan bertumpu di dalam kota,” jelasnya.

Dorong Pemerataan Ekonomi

Menurut Sigit, rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dishub tidak hanya bertujuan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Lebih dari itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah perkotaan Bondowoso.

“Rekayasa lalu lintas juga diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi menyebar ke kawasan lain,” pungkasnya.