Radarbanyuwangi.id – Pernyataan pemilik pangkalan gas elpiji yang menyebut pengiriman gas elpiji terhenti saat tanggal merah, ternyata membuat agen gas tabung melon tiga kilogram kebakaran jenggot. Agen menyebut, pendistribusian gas elpiji tidak pernah libur.
Manager agen gas elpji, Andreas, yang selama ini menyuplai pangkalan milik Adi Riyono di Dusun Blokagung, Desa Karandoro, Kecamatan Tegalsari, menegaskan tidak ada distribusi logistik tersendat selama tanggal merah.
Selama ini, katanya, gas elpiji dikirim ke pangkalan tidak mengalami kendala. “Kami tetap menyalurkan gas elpiji sesuai dengan stok pangkalan di setiap jadwalnya,” ujarnya.
Andreas membantah distribusi gas elpiji tersendat. Setiap tanggal merah, agen mengirim kuota sesuai dengan kapasitas pangkalan di setiap jadwal yang tercatat. “Tidak benar apabila ada kabar tanggal merah distribusi gas elpiji tersendat,” tegasnya.
Pernyataan itu berbeda jauh dengan yang disampaikan Adi Riyono, pemilik pangkalan gas elpiji di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Ia menyebut, setiap tanggal merah pengiriman gas elpiji dihentikan.
Bahkan Pengiriman ke pangkalannya yang kebetulan tanggal merah, juga tidak dikirim dan tidak ada ganti. “Pangkalan beliau (Adi Riyono) tidak pernah mengalami libur pengiriman yang bertepatan hari Selasa dan Jumat,” sebut Andreas.
Adi Riyono mengaku telah diberitahu oleh pemilik agen kalau selama ini pengiriman gas elpiji tidak pernah berhenti. Kata pengelola agen, pengiriman dilakukan ke sejumlah agen yang ada di Banyuwangi. “Saya diberitahu agen terus mengirim ke pangkalan,” ucapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, gas elpiji di wilayah Banyuwangi selatan seperti menghilang di pasaran. Di sejumlah toko yang selama ini menjual gas melon tiga kilogram, sering kehabisan stok. Bila ada, harganya yang semula hanya Rp 18 ribu per tabung naik hingga Rp 25 ribu per tabung.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Jamaah Haji asal Kebalenan Banyuwangi Sempat Mengikuti Istighosah ARMUZNA
Kelangkaan gas tabung melon itu, terutama di daerah Kecamatan Purwoharjo, Tegaldlimo, Cluring, Gambiran, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran. “Saya jual Rp 20 ribu per tabung, karena di desa kami harganya segitu, saya manut teman-teman,” terang Asiyah, 52, salah satu pemilik toko di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo.
Asiyah mengaku harga tabung gas elpiji yang mencapai Rp 20 ribu itu, karena sering telat. Saat ini, tokonya juga sering telat pengirimannya.”Kalau datang kiriman, dalam sehari habis, sekarang susah cari gas elpiji,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Tiga Nama Baru yang Masuk Kepengurusan Karteker PCNU Banyuwangi Usai SK Diperpanjang PBNU
Pedagang eceran gas elpiji Supandi asal Desa/Kecamatan Cluring menyampaikan, beberapa pecan terakhir ini untuk mencari gas elpiji melon sangat sulit. “Saya dikirim sore, pagi sudah habis,” cetusnya.
Karena gas elpiji sering telat itu, Supandi mengaku yang biasanya menjual dengan harga Rp 18 ribu per tabung tiga kilogram, kini dinaikkan menjadi Rp 19 ribu per tabung. “Gas sekarang naik,” ungkapnya.
Page 2
Untuk harga gas elpiji di Dusun Sukomade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, ini malah menggila. Di daerah ini, harga tabung gas melon mencapai Rp 25 ribu per tabung. “Kalau di sini harga gas elpiji memang mahal,” kata Kepala Dusun (Kadus) Sukomade, Desa Sarongan, Verry Nafaro.
Salah satu pemilik pangkalan gas elpiji, Adi Riyono, 50, di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari mengatakan, selama dua tahun membuka pangkalan gas elpiji, hanya mengeluhkan distribusi gas pada tanggal merah. “Ketika jadwal tabung gas elpiji datang bertepatan tanggal merah, maka pengiriman gas juga ikut libur. Tidak ada penggantian stok gas di hari lain,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Adi, jadwal pendistribusian gas elpiji dari agen ke pangkalannya dilakukan dua kali dalam seminggu. Tepatnya pada Selasa dan Jumat dengan jumlah yang dikirim per jadwal sekitar 220 hingga 230 tabung.
“Sebenarnya per hari diberi kuota 50 tabung gas elpiji, tetapi saya meminta dikirim dua kali dalam seminggu supaya ada waktu untuk menjual dan mengantar ke orang-orang,” terangnya.(rei/abi)
Page 3
Radarbanyuwangi.id – Pernyataan pemilik pangkalan gas elpiji yang menyebut pengiriman gas elpiji terhenti saat tanggal merah, ternyata membuat agen gas tabung melon tiga kilogram kebakaran jenggot. Agen menyebut, pendistribusian gas elpiji tidak pernah libur.
Manager agen gas elpji, Andreas, yang selama ini menyuplai pangkalan milik Adi Riyono di Dusun Blokagung, Desa Karandoro, Kecamatan Tegalsari, menegaskan tidak ada distribusi logistik tersendat selama tanggal merah.
Selama ini, katanya, gas elpiji dikirim ke pangkalan tidak mengalami kendala. “Kami tetap menyalurkan gas elpiji sesuai dengan stok pangkalan di setiap jadwalnya,” ujarnya.
Andreas membantah distribusi gas elpiji tersendat. Setiap tanggal merah, agen mengirim kuota sesuai dengan kapasitas pangkalan di setiap jadwal yang tercatat. “Tidak benar apabila ada kabar tanggal merah distribusi gas elpiji tersendat,” tegasnya.
Pernyataan itu berbeda jauh dengan yang disampaikan Adi Riyono, pemilik pangkalan gas elpiji di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Ia menyebut, setiap tanggal merah pengiriman gas elpiji dihentikan.
Bahkan Pengiriman ke pangkalannya yang kebetulan tanggal merah, juga tidak dikirim dan tidak ada ganti. “Pangkalan beliau (Adi Riyono) tidak pernah mengalami libur pengiriman yang bertepatan hari Selasa dan Jumat,” sebut Andreas.
Adi Riyono mengaku telah diberitahu oleh pemilik agen kalau selama ini pengiriman gas elpiji tidak pernah berhenti. Kata pengelola agen, pengiriman dilakukan ke sejumlah agen yang ada di Banyuwangi. “Saya diberitahu agen terus mengirim ke pangkalan,” ucapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, gas elpiji di wilayah Banyuwangi selatan seperti menghilang di pasaran. Di sejumlah toko yang selama ini menjual gas melon tiga kilogram, sering kehabisan stok. Bila ada, harganya yang semula hanya Rp 18 ribu per tabung naik hingga Rp 25 ribu per tabung.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Jamaah Haji asal Kebalenan Banyuwangi Sempat Mengikuti Istighosah ARMUZNA
Kelangkaan gas tabung melon itu, terutama di daerah Kecamatan Purwoharjo, Tegaldlimo, Cluring, Gambiran, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran. “Saya jual Rp 20 ribu per tabung, karena di desa kami harganya segitu, saya manut teman-teman,” terang Asiyah, 52, salah satu pemilik toko di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo.
Asiyah mengaku harga tabung gas elpiji yang mencapai Rp 20 ribu itu, karena sering telat. Saat ini, tokonya juga sering telat pengirimannya.”Kalau datang kiriman, dalam sehari habis, sekarang susah cari gas elpiji,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Tiga Nama Baru yang Masuk Kepengurusan Karteker PCNU Banyuwangi Usai SK Diperpanjang PBNU
Pedagang eceran gas elpiji Supandi asal Desa/Kecamatan Cluring menyampaikan, beberapa pecan terakhir ini untuk mencari gas elpiji melon sangat sulit. “Saya dikirim sore, pagi sudah habis,” cetusnya.
Karena gas elpiji sering telat itu, Supandi mengaku yang biasanya menjual dengan harga Rp 18 ribu per tabung tiga kilogram, kini dinaikkan menjadi Rp 19 ribu per tabung. “Gas sekarang naik,” ungkapnya.