Eks Kades Pesanggaran Wadul Komnas HAM

0
373
HOME INDUSTRY EMAS: Polisi ketika menggeledah pintu rumah Susongko di Pesanggaran. Di rumah mewah tersebut ditemukan peralatan mengolah material emas.
HOME INDUSTRY EMAS: Polisi ketika menggeledah pintu rumah Susongko di Pesanggaran. Di rumah mewah tersebut ditemukan peralatan mengolah material emas.

Anggap Penggerebekan Rumahnya Mirip Teroris


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PESANGGARAN – Mantan Kepala Desa/Kecamatan Pesanggaran, Susongko, merasa tak terima dengan cara polisi menggerebek rumahnya atas kasus pengolahan limbah emas Selasa lalu (30/10). Menurut Susongko, penggerebekan yang dilakukan aparat gabungan Polres Banyuwangi dan Polsek Pesanggaran tersebut sangat berlebihan, karena mengerahkan tiga truk dan lima mobil pasukan.

Bahkan, langkah polisi menggembok pintu gerbang dan memberi garis polisi rumahnya juga dinilai sangat berlebihan, karena membuat istri dan anaknya tidak bisa masuk rumah. “Saya membuat dan membangun rumah itu sebelum masalah emas, masak nangani emas saja kayak nangani teroris,” ujar Susongko ketika menghubungi wartawan koran ini via ponsel sore kemarin.

Akibat pintu gerbang digembok dan ada police line, ketiga anaknya tidak bisa bersekolah. Sebab, semua seragam dan buku berada di dalam rumah tersebut Dia menyebutkan, anak sulungnya kini duduk di bangku SMA, dan kedua anaknya yang lain masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Saat polisi melakukan pengge rebekan, mereka bersama sang ibu hanya bisa melihat dari rumah tetangga. “Sekarang anakanak saya nggak bisa ma suk sekolah. Selain karena seragam dan bukunya berada di dalam rumah, mereka juga masih shock melihat rumahnya digerebek kayak teroris,” tandasnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last