Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Gadis 17 Tahun di Desa Tegalsari Banyuwangi Nyaris Jadi Korban Rudapaksa Orang Tak Dikenal di Kamarnya Sendiri: CCTV Sempat Rekam Pelaku

gadis-17-tahun-di-desa-tegalsari-banyuwangi-nyaris-jadi-korban-rudapaksa-orang-tak-dikenal-di-kamarnya-sendiri:-cctv-sempat-rekam-pelaku
Gadis 17 Tahun di Desa Tegalsari Banyuwangi Nyaris Jadi Korban Rudapaksa Orang Tak Dikenal di Kamarnya Sendiri: CCTV Sempat Rekam Pelaku
Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

Radarbanyuwangi.id – Warga yang tinggal di Desa/Kecamatan Tegalsari sempat geger, Minggu dini hari (9/6). Seorang laki-laki yang belum di ketahui identitasnya alias orang tak dikenal (OTK), masuk ke salah satu kamar rumah warga dan nekat akan melakukan rudapaksa pada gadis berumur 17 tahun berinisial NT.

Aksi itu terjadi sekitar pukul 02.47. Pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui jendela kamar belakang. “Jendela itu memang tidak pernah ditutup, selama ini hanya diberi kayu untuk mengganjal jendela,” kata salah satu tetangga NT Eko Wahyu, 34.

Menurut Eko, pelaku memasuki rumah korban dengan memanjat dinding sebelah barat. Itu berdasarkan bekas genting di sekitar lokasi yang patah, dan gagang kayu yang digunakan mengganjal jendela lepas. “Kemungkinan besar lewat sini (jendela),” kata Eko sambil menunjuk jen­dela rumah NT.

Eko mengaku mulanya tidak menyadari kejadian yang menimpa NT. Saat masuk ke rumah dan bertemu dengan NT, anak kelas 11 salah satu sekolah negeri di Kecamatan Genteng itu kondisinya syok. “Waktu saya tanya, hanya diam saja, sepertinya masih ketakutan,” ujarnya.

Eko baru tahu dengan kejadian yang menimpa NT, saat melihat video dari kamera pengawas di rumah tersebut. Dalam video itu, tampak seorang pria masuk rumah NT dan mematikan semua lampu yang ada di rumah itu. “Setelah mematikan lampu, pelaku yang wajahnya ditutup itu masuk ke kamar NT,” terangnya.

Ayah NT, AH, 46, mengaku tidak berada di rumah  saat kejadian. Selama ini putrinya itu tidur sendirian di rumah. “Saya tidur di rumah kakak yang kosong, kami biasa tidur sendirian,” terangnya.

rei-Upaya-Rudapaksa-Oleh-Orang-Tidak-Dik

LOKASI KEJADIAN: AH menunjukkan tempat tidur NT yang berantakan setelah aksi rudapaksa di Desa/Kecamatan Tegalsari Senin (10/6). (Gareta)

Saat tahu ada orang tidak dikenal masuk ke rumahnya dan mencoba mengganggu putrinya, AH mengaku langsung pergi ke rumahnya untuk melihat NT.

“Biasanya NT kalau mau tidur mengunci pintu kamarnya, saat kejadian lupa tidak mengunci pintu rumah,” cetusnya.

AH menyebut di rumahnya itu dipasang CCTV. Makanya, setelah kejadian langsung memutar kamera pengawas di rumahnya. “Dalam kamera itu sekitar pukul 02.47 ada yang masuk rumah, orang itu mematikan lampu di kamar NT,” ucapnya.

NT yang saat itu setengah sadar, lanjut AH, oleh orang yang tidak dikenal itu dibekap. Selama berada di kamar, pelaku meraba bagian dada dan tubuh putrinya. Putrinya terus meronta, menendang, dan mencoba berteriak. Tapi karena mulutnya dibekap, tidak ada yang mendengar suara teriakannya.

“Pelaku bilang, saya tidak menginginkan hartamu, saya menginginkan kamu,” kata AH menirukan ucapan pelaku. 

Saat melawan pelaku itu, jelas AH, NT sempat terjatuh dari tempat tidurnya. Pelaku yang merasa tidak dapat melanjutkan aksinya, memilih segera kabur meninggalkan NT sambil memberi ancaman. “Saat akan pergi pelaku minta jangan bilang pada siapa-siapa sambil mengancam,” katanya. (rei/abi)