Geliat Budi Daya Buah Tin di Banyuwangi

0
1942

Sedangkan yang paling mahal adalah jenis loli Tiger Farigata yang bisa dijual dengan harga Rp 5 juta untuk ukuran tinggi 50 sentimeter. “Saya jualnya via online saja. Kalau yang offline masih belum terlalu laku, masyarakat belum terlalu tahu. Selain lahan punya nenek, saya menyewa satu lahan lagi untuk memenuhi permintaan,” kata Bayu.

Dari hasil penjualan bibit buah tin, Bayu mengaku minimal dalam sebulan dirinya bisa mengumpulkan omzet antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Dengan biaya produksi dan operasional sekitar Rp 2,5 juta. Namun jika ramai, pria tamatan SD itu mengaku pendapatannya bisa mencapai Rp 15 juta sebulan.

Hal itulah yang kemudian membuatnya bulat untuk terjun di dunia jual beli bibit buah tin. “Di Banyuwangi sendiri ada sekitar 10 orang yang membudidayakan buah tin seperti saya. Mereka tergabung di komunitas Banyuwangi Fin Community. Kita selalu sharing masalah buah tin. Dari mereka ada yang sudah berjualan buah, kalau saya masih belum,” terang Bayu.

Meski saat ini masih belum berani menjual buah tin, Bayu sudah memiliki niat untuk bisa memproduksi buah tin. Karena menurutnya permintaan buah tin di Indonesia cukup tinggi. Sayangnya dari pengusaha buah tin masih belum maksimal, sehingga sementara ini buah Tin yang ada masih banyak yang diimpor.

Buah tin memiliki banyak khasiat. Selain bisa menjadi pencuci mulut seperti umumnya buah lainnya, kandungan zat-zat di dalam buah tin dipercaya berkhasiat untuk mengobati penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan asam urat.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | Next → | Last

Baca :
Angka Perceraian di Banyuwangi Lahirkan Ratusan Janda Baru Setiap Bulan