Gudang Kerajinan Pelampung Terbakar

0
216
TINGGAL ARANG: Puing-puing gudang home industry pelampung pancing ikan di Dusun Sidomulyo, Desa Sumber Beras,
Kecamatan Muncar, setelah dilalap si jago merah.

Kerugian Rp 750 Juta, 90 Karyawan Tidak Bisa Bekerja


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MUNCAR – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang home industry kerajinan pelampung ikan di Dusun Sidomulyo, Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, dini hari kemarin. Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran itu meludeskan gudang beserta isinya. Kerugian material akibat kebakaran itu ditaksir Rp 750 juta. Gudang yang terbakar itu milik Srinatun, 43, bos CV. Fishing Kaio.

Belum jelas siapa yang pertama kali mengetahui kebakaran di gudang berukuran 20×10 meter tersebut. Tiga penghuni rumah baru tahu gudangnya terbakar sete- lah banyak warga yang datang. Mendengar kegaduhan di luar, pemilik rumah langsung keluar dan membuka pintu gerbang setinggi tiga meter tersebut. Saat itu, api sudah membakar gudang yang masih satu lokasi dengan rumah Srinatun itu.

Beruntung, kerja keras warga membuahkan hasil. Kobaran api tidak sampai merembet ke rumah berlantai dua yang persis berada di sampingnya tersebut. Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian, yaitu sekitar pukul 02.00. Menerima informasi ada kebakaran, polisi langsung meluncur ke lokasi kejadian. Polisi juga langsung menghubungi tim pemadam kebakaran (PMK) Banyuwangi.

Beberapa unit mobil kebakaran (damkar) Banyuwangi balik kucing setiba di Kabat. Sebab, api sudah berhasil dipadamkan menggunakan alat seadanya. Belum jelas penyebab kebakaran hebat yang memecah keheningan malam tersebut. Demi menguak musibah itu, polisi akan memeriksa semua penghuni rumah dan saksi- saksi. Selain itu, polisi juga akan mendatangkan tim iden Sengaja Ditinggal Orang Tuanya tifikasi dari Polda Jatim.

Loading...

Keterangan sementara, polisi berhasil mendata puluhan mesin yang rusak akibat kebakaran tersebut. Puluhan mesin tersebut, antara lain 4 unit mesin bubut; 2 mesin bur besi kuningan; 4 unit mesin bur kayu; 32 blower (kipas) ukuran kecil; 5 unit timbangan elektrik, dan 2 unit kompresor. Semua barang hasil produksi yang ada dalam gudang tersebut ludes tidak tersisa. Bahkan, saking hebatnya kebakaran, atap gudang tersebut ambrol.

Ada beberapa mesin dan barang yang berhasil diselamatkan, tapi sangat kecil bila dibandingkan yang terbakar. Kemarin siang personel Polsek Muncar kembali mendatangi lokasi kejadian. Kanitreskrim Polsek Muncar, Iptu Imron, didampingi Kasi Humas Aiptu Putu Ardhana meninjau gudang yang terbakar. Sebab, polisi sangat membutuhkan banyak keterangan terkait musibah tersebut. Meski belum melapor secara resmi, polisi sudah melakukan identifikasi secara mendetail.

Namun, polisi tetap meminta korban agar segera melaporkan musibah tersebut. ‘’Silakan lapor, nanti sekalian akan kami mintai keterangan satu per satu di polsek,” ujar Kanitreskrim Polsek Muncar, Iptu Imron. Korban kebakaran, Srinatun, mengatakan saat gudangnya terbakar, dirinya sedang tidur. Dia bersama dua anaknya tidak mengetahui gudangnya terbakar. “Saya sedang tidur, tahu-tahu banyak orang di luar.

Saya lari untuk membuka pintu gerbang,” ujar Srinatun kepada Jawa Pos Radar Banyu- wangi kemarin. Helmi, 22, anak sulung Srinatun, menambahkan, akibat ke- bakaran tersebut, kerugian yang dia derita ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Terkait pemicunya, dia mengaku tidak tahu. “Saya serahkan kepada Pak Polisi, karena itu memang tugas polisi,” katanya.

Menurut dia, akibat insiden tersebut, puluhan karyawan yang bekerja di gudangnya terpaksa tidak bekerja. “Ada sekitar 90 pekerja di sini,” ujar Helmi. Helmi mengaku belum mengetahui kapan puluhan karyawan itu dipekerjakan kembali. Yang jelas menunggu situasi normal dulu. “Nggak tahu kapan, nunggu pulih,” jelas kakak kan- dung Yuki, 14, itu. (radar)

Loading...