sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Akhir penantian panjang keluarga Alapi Hariyono, 63, warga Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemotong rumput itu akhirnya ditemukan, Minggu sore (11/1), setelah diduga hanyut terbawa arus Sungai Kemepag sejak Kamis (8/1) lalu.
Jenazah korban ditemukan di perairan Selat Bali oleh seorang nelayan asal Desa Pengambengan, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Bali, yang saat itu sedang melaut mencari ikan.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwenang dan ditindaklanjuti dengan proses evakuasi oleh SAR gabungan setempat.
Ditemukan Setelah Empat Hari Pencarian
Kapolsek Singojuruh, AKP Achmad Rudy, membenarkan penemuan jenazah tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Negara, Bali, untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan kesesuaian identitas korban. Mulai dari ciri-ciri fisik, pakaian yang dikenakan, sarung golok, hingga tanda khusus berupa tahi lalat di pipi kanan,” ujar AKP Achmad Rudy.
Dengan hasil tersebut, korban dipastikan merupakan Alapi Hariyono, warga Kecamatan Singojuruh yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Kemepag.
Jenazah Dimakamkan Secara Islam
Setelah identitas dipastikan, jenazah korban kemudian dimandikan dan disucikan secara Islam di Kamar Jenazah RSUD Negara.
Keluarga korban menjemput jenazah dengan didampingi Kepala Desa Gumirih, Muarai Ahmad.
“Setelah dinyatakan benar, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka,” kata AKP Achmad Rudy.
Jenazah Alapi Hariyono dipulangkan ke Banyuwangi menggunakan ambulans milik salah satu paguyuban. Rombongan tiba di rumah duka sekitar pukul 16.00, dan keluarga langsung melaksanakan prosesi pemakaman.
“Jenazah sudah sampai dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” imbuhnya, Senin (12/1).
Operasi SAR Diusulkan Ditutup
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Page 2
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang telah terlibat aktif hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Basarnas, Damkarmat, BPBD, Pemerintah Desa Gumirih, masyarakat, hingga keluarga korban, menghadapi berbagai tantangan.
“Hambatan utama selama pencarian adalah cuaca hujan yang disertai angin kencang,” ungkap Made Oka. Meski demikian, koordinasi lintas sektor dinilai berjalan baik sehingga operasi SAR dapat berlangsung aman dan optimal.
Kronologi Korban Diduga Hanyut
Seperti diberitakan sebelumnya, Alapi Hariyono diduga hanyut di Sungai Kemepag, Dusun Kembo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, pada Kamis sore (8/1).
Kejadian bermula saat korban memotong rumput di area persawahan. Sekitar pukul 15.00, hujan deras turun, sehingga korban berteduh di sebuah pondok atau gubuk bersama Endang Suyitno, yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban.
Setelah hujan reda, Suyitno berpamitan pulang lebih dulu untuk mengantarkan cabai. Saat itu, Alapi masih berada di pondok.
“Setelah mengantar cabai, saksi kembali ke pondok, namun korban sudah tidak ada. Awalnya dikira sudah pulang,” terang AKP Achmad Rudy, Jumat (9/1).
Dugaan korban hanyut semakin kuat setelah warga menemukan alat pemotong rumput milik korban tersangkut di ranting pohon di aliran Sungai Kemepag.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai pada musim hujan dengan potensi arus deras yang membahayakan. (why)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Akhir penantian panjang keluarga Alapi Hariyono, 63, warga Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemotong rumput itu akhirnya ditemukan, Minggu sore (11/1), setelah diduga hanyut terbawa arus Sungai Kemepag sejak Kamis (8/1) lalu.
Jenazah korban ditemukan di perairan Selat Bali oleh seorang nelayan asal Desa Pengambengan, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Bali, yang saat itu sedang melaut mencari ikan.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwenang dan ditindaklanjuti dengan proses evakuasi oleh SAR gabungan setempat.
Ditemukan Setelah Empat Hari Pencarian
Kapolsek Singojuruh, AKP Achmad Rudy, membenarkan penemuan jenazah tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Negara, Bali, untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan kesesuaian identitas korban. Mulai dari ciri-ciri fisik, pakaian yang dikenakan, sarung golok, hingga tanda khusus berupa tahi lalat di pipi kanan,” ujar AKP Achmad Rudy.
Dengan hasil tersebut, korban dipastikan merupakan Alapi Hariyono, warga Kecamatan Singojuruh yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Kemepag.
Jenazah Dimakamkan Secara Islam
Setelah identitas dipastikan, jenazah korban kemudian dimandikan dan disucikan secara Islam di Kamar Jenazah RSUD Negara.
Keluarga korban menjemput jenazah dengan didampingi Kepala Desa Gumirih, Muarai Ahmad.
“Setelah dinyatakan benar, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka,” kata AKP Achmad Rudy.
Jenazah Alapi Hariyono dipulangkan ke Banyuwangi menggunakan ambulans milik salah satu paguyuban. Rombongan tiba di rumah duka sekitar pukul 16.00, dan keluarga langsung melaksanakan prosesi pemakaman.
“Jenazah sudah sampai dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” imbuhnya, Senin (12/1).
Operasi SAR Diusulkan Ditutup
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing.








