Harga Telur Tak Kunjung Stabil, Peternak Puyuh Terancam Gulung Tikar

0
1804


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

TEGALSARI – Takut gulung tikar akibat harga telur yang tidak stabil, para peternak burung puyuh banyak yang memilih menutup usahanya untuk sementara.

Abrori (47), salah satu peternak burung puyuh asal Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, mengaku sudah dua bulan terakhir kandang burung puyuh miliknya dikosongkan karena harga telur yang tidak bisa stabil. “Saya belum mau mengisi lagi,” katanya.

Harga telur puyuh dalam beberapa minggu belakangan ini, jelas dia, hanya Rp 20 ribu per kilogram. Bahkan, di sebagian daerah malah lebih murah. Padahal, harga telur puyuh itu minimal Rp 22 ribu per kilogram. Dengan harga Rp 22 ribu per kilogram, peternak bisa mendapatkan untung. “Ada yang Rp 19 ribu per kilogram, jelas rugi itu,” ujarnya.

Peternak burung puyuh untuk saat ini tidak bisa berbuat banyak terkait harga telur. Sejumlah peternak yang mencoba menyepakati soal harga, ternyata juga tetap tidak berhasil karena pedagang atau tengkulak akan berpindah pada peternak lain.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last