Home Stay Diminta Bayar Retribusi

0
1269


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Menjamurnya home stay di Banyuwangi menimbulkan kecemburuan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi. PHRI menilai, pendirian home stay hingga kini tidak memiliki regulasi yang jelas, home stay juga menjamur di tengah  perkotaan.

Ketua PHRI Zaenal Muttaqin mengatakan, sejak ada kebijakan pembangunan home stay, sangat berpengaruh terhadap kunjungan  hunian hotel di Banyuwangi. Apalagi, kata  Zaenal, persaingan antara hotel dan home  stay sangat tidak fair. Jika izin hotel diwajibkan mengurus izin, dan harus membayar pajak. Sementara perizinan  home stay hanya cukup mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saja.

Loading...

“Parahnya, home stay juga belum jelas setoran retribusi maupun pajak untuk daerah,” kata Zaenal.  Belum lagi lanjut Zaenal, jika pengawasan  hotel di Banyuwangi langsung diberikan tindakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Sementara  home stay cenderung aman-aman saja dan  tidak tersentuh pengawasan layaknya penertiban  yang pernah dilakukan kepada pemilik hotel.

“Tentu sangat tidak fair, dan menimbulkan  kecemburuan sosial di antara kami pengusaha  pemilik jasa perhotelan,” terang Zaenal. Saat ini, dari informasi yang berkembang pemilik  usaha home stay tidak hanya mengoperasikan  jasa harian, melainkan juga melayani jasa  penginapan dengan sistem mingguan, bahkan  bulanan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Jelang Libur Nataru, Marine Inspector Cek Kesiapan Kapal Penyeberangan di Banyuwangi