Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Donggala, Ratusan Warga Terdampak

hujan-deras-picu-banjir-dan-longsor-di-donggala,-ratusan-warga-terdampak
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Donggala, Ratusan Warga Terdampak

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan terjadinya banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala akibat curah hujan tinggi.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit sungai meningkat secara signifikan hingga meluap ke permukiman warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Banawa Tengah dan Kecamatan Rio Pakava.

Baca Juga: Didukung BRI, 600 Huntara Danantara Diserahkan di Aceh Tamiang, Kolaborasi BUMN–Pemerintah Percepat Pemulihan Warga

Di Banawa Tengah, banjir terjadi di Desa Limboro, sementara di Rio Pakava, genangan air merendam sejumlah desa dan dusun, antara lain Desa Pantolobete, Lalundu Dusun 1, Rio Mukti, Panca Mukti, Bonemarawa, Mbulawa, Ngovi, Pakava, serta Polanto Jaya Dusun 4.

Menurut Asbudianto, banjir dipicu oleh hujan deras yang berlangsung dalam durasi cukup lama sehingga sungai tidak mampu menampung volume air.

Akibatnya, air meluap dan menggenangi rumah warga serta infrastruktur jalan.

Baca Juga: KA Gajayana New Generation Resmi Beroperasi, Ini Fitur Mewah yang Ditawarkan

Di Banawa Tengah, tercatat sebanyak 10 rumah warga terdampak dan Jalan Trans Sulawesi sempat terendam banjir.

Meski saat ini kondisi air telah surut, BPBD menilai perlunya langkah lanjutan berupa normalisasi sungai guna mencegah banjir berulang saat hujan kembali turun.

Sementara itu, di Kecamatan Rio Pakava, banjir mengakibatkan jalan poros Desa Lalundu tergenang air dan menghambat aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Beda Kasta Terpampang Jelas! Prediksi Bayeux vs Marseille di Piala Prancis, Mungkinkah Kejutan Terbesar Musim Ini?

BPBD menekankan bahwa kebutuhan mendesak di wilayah tersebut adalah perbaikan dan penataan saluran drainase, khususnya di sepanjang jalan poros desa.

Selain Banawa Tengah dan Rio Pakava, BPBD juga mencatat sedikitnya 11 desa lain di Kabupaten Donggala terdampak banjir.


Page 2

Wilayah tersebut meliputi Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo di Kecamatan Tanantovea; Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari di Kecamatan Sindue; serta Desa Labuan Toposo Dusun Sisere di Kecamatan Labuan.

Di Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, bencana tidak hanya berupa banjir, tetapi juga disertai longsor yang menyebabkan akses jalan terputus.

Akibat longsor di beberapa titik, sekitar 200 warga dilaporkan terisolir dan hanya dapat melintasi jalur tersebut dengan berjalan kaki.

Baca Juga: Pemotong Rumput Asal Singojuruh Diduga Hanyut, Pencarian Hari Keempat di Selat Bali Masih Nihil

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu unit rumah warga dan belasan sepeda motor tertimbun material longsor, serta aliran listrik di dusun tersebut terputus.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan telah menginstruksikan BPBD Kabupaten Donggala untuk menurunkan alat berat guna membersihkan sisa material banjir dan longsor.

Pemerintah daerah juga telah melakukan pendataan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum sebagai dasar penanganan lanjutan.

Baca Juga: Dari Alun-alun hingga Boulevard, Ini Warisan Tata Kota Herman Thomas Karsten

Bupati Donggala bersama organisasi perangkat daerah terkait turut meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Tanantovea dan Sindue, sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

BPBD Sulawesi Tengah saat ini memfokuskan pelayanan darurat, pemulihan akses, serta percepatan penanganan infrastruktur guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan terjadinya banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala akibat curah hujan tinggi.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit sungai meningkat secara signifikan hingga meluap ke permukiman warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Banawa Tengah dan Kecamatan Rio Pakava.

Baca Juga: Didukung BRI, 600 Huntara Danantara Diserahkan di Aceh Tamiang, Kolaborasi BUMN–Pemerintah Percepat Pemulihan Warga

Di Banawa Tengah, banjir terjadi di Desa Limboro, sementara di Rio Pakava, genangan air merendam sejumlah desa dan dusun, antara lain Desa Pantolobete, Lalundu Dusun 1, Rio Mukti, Panca Mukti, Bonemarawa, Mbulawa, Ngovi, Pakava, serta Polanto Jaya Dusun 4.

Menurut Asbudianto, banjir dipicu oleh hujan deras yang berlangsung dalam durasi cukup lama sehingga sungai tidak mampu menampung volume air.

Akibatnya, air meluap dan menggenangi rumah warga serta infrastruktur jalan.

Baca Juga: KA Gajayana New Generation Resmi Beroperasi, Ini Fitur Mewah yang Ditawarkan

Di Banawa Tengah, tercatat sebanyak 10 rumah warga terdampak dan Jalan Trans Sulawesi sempat terendam banjir.

Meski saat ini kondisi air telah surut, BPBD menilai perlunya langkah lanjutan berupa normalisasi sungai guna mencegah banjir berulang saat hujan kembali turun.

Sementara itu, di Kecamatan Rio Pakava, banjir mengakibatkan jalan poros Desa Lalundu tergenang air dan menghambat aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Beda Kasta Terpampang Jelas! Prediksi Bayeux vs Marseille di Piala Prancis, Mungkinkah Kejutan Terbesar Musim Ini?

BPBD menekankan bahwa kebutuhan mendesak di wilayah tersebut adalah perbaikan dan penataan saluran drainase, khususnya di sepanjang jalan poros desa.

Selain Banawa Tengah dan Rio Pakava, BPBD juga mencatat sedikitnya 11 desa lain di Kabupaten Donggala terdampak banjir.