Ibu Engeline Tuntut Margrieth Dihukum Berat

0
556

GLENMORE – Kasus pembunuhan yang menimpa Engeline, 8, memasuki babak persidangan kemarin (22/10). Dua tersangka, yakni ibu asuh Engeline, Margrieth, dan pembantunya, Agus, dihadirkan dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selama proses persidangan, keluarga Engeline di Dusun Wadung Pal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, mengikuti jalannya persidangan melalui layar televisi. “Harus (pelaku) dihukum mati,” cetus Misyah, 68, nenek Engeline.

Misyah terlihat terus mengusap air matanya yang terus mengucur. Nenek berusia lanjut itu tampaknya masih teringat salah satu cucunya yang tewas dengan tubuh ditanam di dekat kandang ayam tersebut. “Hamidah (ibu kandung Engeline) sudah ke Bali setelah Idul Adha,” terang Samanta, 32, adik kandung Hamidah.

Loading...

Tidak semua tetangga mengerti kemarin itu dua pelaku yang diduga pembunuh Engeline mulai disidangkan. Wah, saya kok tidak mengerti ya, kami tetap minta pelaku dihukum mati. Mati harus dibayar mati,” tuntutnya.

Pemerhati anak-anak Banyuwangi, Siti Rusmiana, berharap proses persidangan berjalan sesuai hukum yang berlaku. Dilihat dari dugaan pembunuhan yang cukup keji, pelaku layak dihukum berat. “Itu pembunuhan sadis dan sepertinya sudah direncanakan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2