Indonesia Dragonfly Society Melakukan Riset Capung di Banyuwangi

0
490

indonesiaTiga Bulan Sudah Temukan 30 Spesies Khas Indonesia Dragonfl y Society  (IDS) merupakan sebuah lembaga yang khusus melakukan riset terhadap capung. Mereka sudah meneliti satwa tersebut di beberapa kota. Rupanya, keanekaragaman capung Banyuwangi membuat mereka berkesan.

LITERATUR mengenai capung sulit ditemukan di Indonesia. Yang mengejutkan, meski literatur itu ada, tapi yang melakukan penelitian bukan warga negara Indonesia. Hal itu yang menyebabkan IDS merasa harus bergerak dan mengambil ini siatif melakukan riset secara manual un tuk mengungkap spesies capung di tanah air. Bagi IDS, melakukan riset terhadap capung bukan perkara mudah. 

Sebab, penelitian itu membutuhkan pengorbanan agar bisa menjumpai hewan tersebut. Yang jelas, hewan tersebut banyak dijumpai di tempat-tempat basah, misalnya di aliran sungai atau di saluran irigasi dan di kawasan yang banyak air. Tapi, nanti dulu. Capung tetap tidak mudah dijumpai. Jika kondisi air tercemar, capung akan sulit ditemukan. Dengan demikian, agar capung tidak punah, maka kelestarian lingkungan harus diperhatikan.

Pengamatan IDS, capung sangat mudah dijumpai di berbagai daerah. Tapi, itu dulu. Kini capung semakin jarang ditemukan. Pasalnya, lingkungan sudah tercemar. Akibatnya, capung semakin langka. Padahal, capung merupakan serangga yang memberikan banyak manfaat, salah satunya kepada para petani. Capung merupakan salah satu predator ulung serangga lain, seperti wereng. Karena itu, capung sangat membantu para petani.  

Namun, kondisi saat ini cukup memprihatinkan. Populasi capung mulai langka. Bah kan, capung sulit ditemukan di area per tanian. Pemicu kelangkaan capung itu ka rena habitat sudah rusak. Tempat capung itu berkembang biak sudah tidak steril. Insektisida menjadi salah satu penyebab po pulasi capung mengikis. Insektisida menyebabkan capung tidak bisa berkembang biak.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last