Ingin Perbanyak Guru Bahasa Oseng

0
1188

GLAGAH – Para budayawan, akademisi, dan perwakilan 13  komunitas adat masyarakat Oseng  berkumpul di Sanggar Tari Sayu  Sarinah, Desa Olehsari, Kecamatan  Glagah, Banyuwangi,  kemarin (19/9). Mereka berkumpul untuk menggali lebih dalam potensi-potensi yang dimiliki  setiap masyarakat adat di Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tidak hanya kalangan budayawan  dan akademisi yang hadir,  beberapa anggota DPRD Banyuwangi  juga tampak hadir dalam acara kemarin. Selain itu, perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) juga  hadir dalam seminar legislasi  masyarakat adat Oseng Banyuwangi  itu.

Wakil Ketua Dewan Kesenian  Blambangan (DKB), Hasan  Basri, mengatakan pokok pembahasan  dalam seminar dan diskusi kemarin selain menggali  lebih dalam lagi potensipotensi  adat di Banyuwangi, juga untuk mengetahui persoalan  apa saja yang muncul pada  komunitas adat Oseng di Banyuwangi.

”Tidak hanya seminar, ini juga diskusi bersama,” kata  Hasan.  Hasan Basri menambahkan,  para budayawan juga banyak berharap agar seluruh kegiatan  adat Oseng nanti tercantum dalam  sebuah peraturan daerah (perda).

Loading...

Dengan masuk perda, sebuah  kegiatan adat tersebut tidak  akan ditinggalkan begitu saja.  ”Kami kira perda tentang perlindungan  adat sangat penting. DPRD saat ini sedang menyusunnya.  Perda itu bisa dijadikan prodak hukum atau  norma bagi masyarakat Oseng,”  tambahnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2