Jadi Pilot Project Pra-BPJS

0
420

BANYUWANGI – Banyuwangi tampaknya akan menjadi pilot project pemberlakuan pra- BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial) se-Indonesia. Itu terungkap saat Pemkab Banyuwangi yang diwakili Asisten II Suhartoyo, Kepala Dinas Kesehatan Hariadji Sugito, dan Kepala Bappeda Karti Utami melakukan pertemuan dengan legislatif dan praktisi kendali mutu dan kendali biaya kesehatan di DPRD Banyuwangi kemarin (3/9).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jika berjalan sesuai rencana, praktisi kendali mutu dan kendali kesehatan yang dikomandani dr. Agung Mulyono tersebut akan mulai melakukan pendampingan terhadap para dokter keluarga se-Banyuwangi pada triwulan IV tahun 2012 ini. Pendampingan tersebut bertujuan agar program dokter keluarga yang sudah dirintis Pemkab Banyuwangi sejak beberapa bulan lalu itu bisa berjalan optimal.

Menurut Agung, Banyuwangi merupakan tempat yang tepat untuk mempersiapkan pra-BPJS yang notabene merupakan asuransi kesehatan nasional, lantaran kabupaten yang berlokasi di ujung timur Pulau Jawa ini sudah memiliki “bibit” pelayanan medis dasar gratis kepada masyarakat. Sekadar diketahui, pemberlakuan BPJS di tingkat nasional baru akan total coveragepada tahun 2014 mendatang.

Namun, Gubernur jatim mengimbau kabupaten dan kota melakukan pelatihan pra-BPJS sejak 2013. Nah, Banyuwangi berinisiatif mengawali instruksi gubernur tersebut dan siap melakukan pelatihan pra-BPJS akhir tahun ini. Agung mengatakan, BPJS memiliki empat pilar utama, yakni pengorganisasian, kepe-sertaan, pelayanan, dan pembayaran. Selama ini, semua pilar tersebut ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) di daerah masing-masing. “Kami mendorong pem bagian tugas.

Pelayanan dan pembayaran ke provider di serahkan kepada Askes (PT Asu ransi kesehatan, red). Dinkes yang mewakili pemkab ha-nya bertugas membayar premi kepada Askes, sehingga fokus pada organisasi, kendali mutu, dan kendali biaya. Yang penting rakyat bisa dilayani dengan baik,” ujarnya. Sementara itu, Sekretar is Din kes Nanang Sugianto mengatakan, jajarannya akan ber latih mengcoverBPJS. Dia berharap pelatihan pra-BPJS akan berdampak pada efisiensi anggaran kesehatan bagi masyarakat.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2