Jambret Bisu Buang Pisau

0
438
LANGKA: Trio komplotan jambret tunawicara di Polres Banyuwangi.
LANGKA: Trio komplotan jambret tunawicara di Polres Banyuwangi.

Barang Bukti Dilempar ke Laut


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Para penyidik Reskrim Polres Banyuwangi terus mengusut kasus jambret dengan tersangka trio tunawicara, yakni Enggar Wahid, 19, M. Syarif, 30, dan Awaludin Songsongadi, 31. Sayang, penyidik tak hanya kesulitan mengorek keterangan para tersangka.

Polisi juga kesulitan mencari barang bukti, karena trio komplotan penjambret bisu itu membuang pisau yang digunakan saat menjambret ke laut. Meski sudah minta bantuan penerjemah seorang guru sekolah luar biasa (SLB), para penyidik polres yang menangani kasus tersebut tetap tidak bisa maksimal dalam mengorek keterangan.

“Kita masih minta keterangan melalui penerjemah, tapi belum selesai,” cetus Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Kanittipidter) Aipda Sastro Mulyono. Aksi jambret dengan modus memotong tas seperti yang dilakukan tersangka sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di wilayah hukumPolres Banyuwangi. Tetapi, penyidik belum bisa memastikan pelakunya adalah para tersangka penyandang tunawicara tersebut. “Ini yang masih kita kembangkan,” katanya.

Dalam keterangannya kepada penyidik, lanjut Sastro, Enggar yang tinggal di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Glagah, dan Syarif warga Perum Kebalenan Indah, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, itu baru sekali menjambret. “Ngakunya baru sekali ini jambret,” terangnya  Kepada penyidik, Enggar dan Syarif, mengaku beraksi dengan cara memotong tas korban menggunakan pisau. Nah, pisau yang digunakan beraksi kini tidak diketahui ke beradaannya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2