Jelang Pertemuan IMF-World Bank, Apron dan PCN Bandara Banyuwangi akan Ditambah

0
957
(Foto: banyuwangikab.go.id)

BANYUWANGI – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan terus melakukan percepatan pengembangan Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Tahun 2018 mendatang, Bandara Banyuwangi akan dilakukan pengembangan sejumlah infrastrukturnya. Mulai apron (tempat parkir pesawat), penebalan landasan, hingga perpanjangan runway.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan pengembangan ini terkait persiapan Bandara Blimbingsari Banyuwangi, yang akan menjadi pendukung Bandara Ngurah Rai Bali, saat IMF-World Bank Annual Meeting di Bali, Oktober 2018 mendatang. Menurut Agus, kapasitas Bandara Ngurah Rai Bali tidak cukup untuk menampung semua pesawat yang datang dalam acara tersebut. Karena itu, Bandara Banyuwangi akan menjadi back up Ngurah Rai.

“Di pertemuan tahunan IMF World Bank itu Menteri Keungan seluruh dunia akan datang. Nanti pesawatnya akan parkir di Banyuwangi, karena kalau di Bali semua tidak cukup. Karena itu, pengembangan Bandara Banyuwangi harus dipercepat Jadi kami koordinasi untuk percepatan pengembangannya,” kata Agus.

Untuk keperluan pengembangannya, lanjut Agus, Bandara Banyuwangi akan dilengkapi infrastrukturnya. Mulai dari apron (tempat parkir pesawat), pavement classiication number (PCN, dan runway.

Loading...

Apron Blimbingsari saat ini berkapasitas dua pesawat jenis 737-500. Nantinya akan diperluas sehingga bisa menampung sembilan pesawat jenis 737-800 dan 900. Demikian juga landasan Blimbingsari akan dipertebal dari yang saat ini 36 PCN menjadi 45 PCN.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last