Bandara Blimbingsari Siap Menjadi Bandara Alternatif Ngurah Rai

0
414
Bandara Blimbingsari Banyuwangi

BANYUWANGI – Otoritas Bandara Blimbingsari Banyuwangi menyatakan siap menjadi bandara alternatif setelah ditutupnya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung, Bali.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Bandara Blimbingsari sudah siap digunakan pendaratan pesawat kapan saja jika memang dibutuhkan sebagai bandara alternatif,” kata Abdullah Azwar Anas hari ini Senin (27/11/2017).

“Seluruh peralatan navigasi sudah disiapkan jika sewaktu–waktu Kementerian Perhubungan memutuskan Bandara Blimbingsari duganakan bandara penganti,” terangnya.

Saat ini, kata Anas, Bandara Blimbingsari juga bisa digunakan untuk penerbangan malam hari. Sehingga, jika penerbangan domestik maupun penerbangan Internasional dialihkan ke Banyuwangi seluruh fasilitas bandara sudah siap beroperasi.

Loading...

“Banyuwangi siap karena kita sudah bisa terbang di malam hari karena sudah ada lampu di bandara, sehingga Banyuwangi siap. Tapi harapan kita di Bali tidak terjadi sesuatu sehingga teman-teman di Bali tetap bisa menyelenggarakan usaha-usaha kebandarudaraan dan usaha-usaha pariwisata yang baik. Kita berdoa mudah-mudahan ini hanya batuk saja tidak sampai lebih. Tapi Banyuwangi siap untuk kesiapan bandara,” ujar Anas.

Anas menambahkan, hingga hari Senin ini (27/11/2017) Aktivitas penerbangan di Bandara Blimbingsari masih normal. Seluruh penerbangan berjalan sesuai dengan jadwal yang ada.

“Selain penerbangan komersial, aktivitas penerbangan pesawat latih dari beberapa sekolah penerbangan di Bandara Blimbingsari juga masih normal. Akan tetapi otoritas Bandara Blimbingsari, terus memantau kondisi cuaca di seputar Bandara,” cetusnya.

Diketahui, sejak Senin Pagi hari ini (27/11/2017) Bandara Internasional Igusti Ngurah Rai Bali ditutup hingga besok. Penutupan ini dilakukan melalui Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan pukul 07.15 WITa. Pasalnya, abu vulkanik Gunung Agung diketahui telah menutup wilayah udara Bandara Ngurah Rai.

“Debu vulkanik telah menutup air space di bandara hingga dua level. Visual memang debu vulkanik sangat tipis partikelnya di bandara hingga pukul 05.30 WITa, tapi ruang udara sudah tertutup debu vulkanik,” ujar Kepala Humas Bandara Ngurah Rai Angkasa Pura I, Arie Ahsannurohim.

Loading...

Baca Juga :