sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menjelang datangnya Ramadan 2026, kewaspadaan pengguna jalan di jalur Gumitir harus ditingkatkan.
Longsor dan kecelakaan lalu lintas masih kerap terjadi di jalur penghubung Banyuwangi–Jember tersebut, tepatnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.
Di sepanjang jalan berkelok itu, tercatat sedikitnya tujuh titik longsor dan sejumlah titik rawan kecelakaan.
Kondisi ini dikhawatirkan memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat menjelang Ramadan hingga arus mudik Lebaran.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran Unit Lalu Lintas Polsek Kalibaru mulai menggelar patroli intensif sejak Sabtu (31/1).
Patroli difokuskan pada pemetaan titik-titik rawan kecelakaan dan longsor di jalur Gumitir.
“Patroli sudah mulai digelar. Salah satu tujuannya adalah mencari dan memetakan titik-titik yang paling sering terjadi kecelakaan,” ujar Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto, kemarin.
Aries menjelaskan, hasil pemetaan tersebut akan dijadikan bahan laporan kepada instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun pengelola jalan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas saat arus kendaraan meningkat pada Ramadan dan Lebaran mendatang.
“Mungkin ada faktor kecelakaan karena kerusakan jalan atau perlunya perbaikan. Itu bisa segera kami laporkan sejak sekarang agar bisa ditangani lebih awal,” tandasnya.
Dari hasil koordinasi dengan sejumlah relawan di lapangan, kecelakaan lalu lintas di jalur Gumitir paling sering melibatkan truk bermuatan berat.
Beberapa penyebab utama di antaranya roda pecah, kendaraan selip, hingga rem blong.
“Bisa karena roda pecah, selip, dan rem blong. Ini juga jadi bahan evaluasi kami. Artinya, fungsi sosialisasi kepada pengemudi, khususnya kendaraan berat, perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Aries.
Selain faktor kendaraan, kondisi jalan juga menjadi pemicu kecelakaan. Salah satunya akibat ceceran oli yang membuat permukaan jalan licin.
Page 2
Kondisi ini kerap menyebabkan pengendara tergelincir dan terjatuh, terutama sepeda motor.
“Ini sesuai hasil patroli kami di lapangan, juga hasil koordinasi dengan relawan. Jalan licin karena oli cukup sering kami temukan,” paparnya.
Sementara itu, Agen Informasi BPBD Jawa Timur Ismanto mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik longsor di sepanjang jalur perbatasan Banyuwangi–Jember tersebut.
Meski sebagian besar longsor berskala kecil, namun tetap berpotensi membahayakan pengendara.
“Dari hasil pemetaan, ada tujuh titik longsor. Memang mayoritas tidak besar, tapi cukup mengkhawatirkan karena masih berpotensi longsor lagi jika turun hujan deras,” katanya.
Ismanto menambahkan, kondisi tersebut semakin berbahaya karena di sekitar lokasi longsor terdapat pohon-pohon berukuran besar.
Jika tanah kembali bergerak, bukan tidak mungkin pohon ikut tumbang ke badan jalan.
“Kami khawatir saat longsor terjadi, pohon di atasnya ikut tumbang. Selain itu, ranting pohon yang terlalu rimbun juga rawan patah dan bisa menimpa pengendara yang melintas,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat melintas di jalur Gumitir, terutama pada malam hari dan saat hujan.
Pengendara juga disarankan memastikan kondisi kendaraan prima serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Patroli dan pemetaan titik rawan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya antisipasi dini demi keselamatan pengguna jalan jelang Ramadan dan Lebaran 2026. (sas/aif)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menjelang datangnya Ramadan 2026, kewaspadaan pengguna jalan di jalur Gumitir harus ditingkatkan.
Longsor dan kecelakaan lalu lintas masih kerap terjadi di jalur penghubung Banyuwangi–Jember tersebut, tepatnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.
Di sepanjang jalan berkelok itu, tercatat sedikitnya tujuh titik longsor dan sejumlah titik rawan kecelakaan.
Kondisi ini dikhawatirkan memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat menjelang Ramadan hingga arus mudik Lebaran.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran Unit Lalu Lintas Polsek Kalibaru mulai menggelar patroli intensif sejak Sabtu (31/1).
Patroli difokuskan pada pemetaan titik-titik rawan kecelakaan dan longsor di jalur Gumitir.
“Patroli sudah mulai digelar. Salah satu tujuannya adalah mencari dan memetakan titik-titik yang paling sering terjadi kecelakaan,” ujar Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto, kemarin.
Aries menjelaskan, hasil pemetaan tersebut akan dijadikan bahan laporan kepada instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun pengelola jalan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas saat arus kendaraan meningkat pada Ramadan dan Lebaran mendatang.
“Mungkin ada faktor kecelakaan karena kerusakan jalan atau perlunya perbaikan. Itu bisa segera kami laporkan sejak sekarang agar bisa ditangani lebih awal,” tandasnya.
Dari hasil koordinasi dengan sejumlah relawan di lapangan, kecelakaan lalu lintas di jalur Gumitir paling sering melibatkan truk bermuatan berat.
Beberapa penyebab utama di antaranya roda pecah, kendaraan selip, hingga rem blong.
“Bisa karena roda pecah, selip, dan rem blong. Ini juga jadi bahan evaluasi kami. Artinya, fungsi sosialisasi kepada pengemudi, khususnya kendaraan berat, perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Aries.
Selain faktor kendaraan, kondisi jalan juga menjadi pemicu kecelakaan. Salah satunya akibat ceceran oli yang membuat permukaan jalan licin.







