Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Jelang Ramadan, MUI Banyuwangi Minta Polresta Perketat Pengawasan Miras dan Penyakit Masyarakat

jelang-ramadan,-mui-banyuwangi-minta-polresta-perketat-pengawasan-miras-dan-penyakit-masyarakat
Jelang Ramadan, MUI Banyuwangi Minta Polresta Perketat Pengawasan Miras dan Penyakit Masyarakat

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menerima kunjungan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan, Kamis (5/2).

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua Umum MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asymuni tersebut berjalan khidmat dan penuh keakraban.

Dalam pertemuan tersebut, KH Muhaimin Asymuni menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah Banyuwangi, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadan.

Ia secara khusus menyoroti persoalan peredaran minuman keras (miras) serta berbagai praktik kemaksiatan yang dinilai berpotensi merusak kesucian bulan puasa.

“Jangan sampai kesucian bulan Ramadan ternodai dengan mabuk-mabukan dan kemaksiatan lainnya. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas pengasuh Pesantren Mambaul Hikam, Labanasem, Kecamatan Kabat tersebut.

MUI Banyuwangi tidak menampik bahwa peredaran minuman beralkohol di tengah masyarakat memiliki payung regulasi.

Namun dalam praktiknya, masih banyak penjual miras yang tidak mematuhi aturan secara utuh.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas, termasuk gangguan ketertiban umum.

“Kami memahami ada regulasi, tetapi kenyataannya banyak pelanggaran di lapangan. Ini yang perlu ditegakkan bersama,” imbuh Sekretaris Umum MUI Banyuwangi Barur Rohim, yang turut menyambut kehadiran Kapolresta Banyuwangi.

Barur menegaskan, MUI Banyuwangi siap bersinergi dengan aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menegakkan aturan demi menjaga ketertiban dan keharmonisan kehidupan beragama di masyarakat.

“Kami siap bekerja sama dengan kepolisian dan Pemkab Banyuwangi agar kondusivitas dan keluhuran beragama tetap terjaga,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kombespol Rofiq Ripto Himawan menyambut positif rekomendasi yang disampaikan MUI Banyuwangi.

Ia menegaskan bahwa menjaga kesucian bulan Ramadan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.

“Jika masyarakat mengetahui adanya tindakan yang menodai kesucian Ramadan, silakan laporkan kepada kami. Kami sudah membentuk tim terpadu bersama Pemkab Banyuwangi dan stakeholder lainnya,” terangnya.


Page 2


Page 3

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Banyuwangi juga memohon doa dan dukungan dari para ulama dan tokoh agama agar jajaran kepolisian dapat menjalankan tugas secara amanah.

“Kami mohon doa restu agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya.

Kombespol Rofiq hadir didampingi sejumlah pejabat utama Polresta Banyuwangi, di antaranya Kasat Binmas Kompol Basori Alwi, Kasat Reskrim Kompol Lanang Teguh Pambudi, dan jajaran lainnya.

Sementara dari pihak MUI Banyuwangi, selain pengurus harian, turut hadir Bendahara Fathan Himami Hasan serta para ketua MUI kecamatan, seperti Kabat, Rogojampi, Blimbingsari, dan Songgon.

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Banyuwangi Silaturahmi ke PD Muhammadiyah

Masih di hari yang sama, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan juga melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Banyuwangi, Kamis (5/2).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian safari silaturahmi lintas organisasi keagamaan di Banyuwangi.

Kapolresta hadir bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi, di antaranya Kasat Binmas Kompol Basori Alwi dan Kasat Intelkam AKP Hadi Iswanto.

Rombongan disambut hangat oleh Ketua PD Muhammadiyah Banyuwangi Muhlis Lahudin, pengurus harian, serta perwakilan PD Aisyiyah di Masjid Ahmad Dahlan, Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi.

Kunjungan ini dimanfaatkan Kapolresta untuk memperkenalkan diri sekaligus menyerap aspirasi dari tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi ruang dialog mengenai penguatan nilai kebangsaan serta peran strategis organisasi keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Blambangan.

Kapolresta menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dukungan dari organisasi kemasyarakatan dan keagamaan sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan menciptakan suasana yang sejuk di tengah dinamika sosial.

“Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menciptakan cooling system di masyarakat. Kami mohon doa restu dan kerja sama agar Banyuwangi tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya,” ujar Rofiq.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Banyuwangi Muhlis Lahudin mengapresiasi langkah proaktif Kapolresta Banyuwangi.