Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Bersih Pantai Pancur Alas Purwo, 11 Ton Sampah Diangkut dalam Aksi Kolaborasi Lintas Sektor

bersih-pantai-pancur-alas-purwo,-11-ton-sampah-diangkut-dalam-aksi-kolaborasi-lintas-sektor
Bersih Pantai Pancur Alas Purwo, 11 Ton Sampah Diangkut dalam Aksi Kolaborasi Lintas Sektor

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aksi bersih-bersih sampah digelar di kawasan Pantai Pancur, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Kamis (5/2).

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, TNI/Polri, Balai TN Alas Purwo, Forum Pimpinan Kecamatan Tegaldlimo, pegiat non government organization (NGO), masyarakat, hingga pelajar.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 11 ton sampah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan bersih pantai tersebut.

Sampah yang mendominasi merupakan jenis non organik, terutama plastik yang terbawa arus sungai dan laut hingga menumpuk di kawasan pesisir Pantai Pancur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mengatakan Pemkab Banyuwangi terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir dan sungai.

“Pemkab Banyuwangi sebenarnya sudah memiliki konsep tata kelola sampah melalui program Banyuwangi Hijau dengan metode daur ulang,” ujar Suryono.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Selain itu, Dinas Perikanan juga telah membangun sistem pengelolaan sampah di kawasan sungai dan pesisir pantai.

Di lokasi tersebut, terdapat pengawas yang berasal dari kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) yang telah dibentuk oleh pemerintah daerah.

Menurut Suryono, sampah yang menumpuk di Pantai Pancur sebagian besar merupakan sampah kiriman dari hulu sungai.

“Sampah ini sebagian besar kiriman dari hulu sungai. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama dari hulu hingga hilir,” katanya.

Saat ini, terdapat sekitar 75 pokmaswas yang aktif melakukan pengawasan dan penyelamatan ekosistem pesisir.

Kelompok tersebut tersebar di sepanjang garis pantai Banyuwangi yang mencapai 175,8 kilometer.

“Selain menjaga sumber daya ikan dan vegetasi di sempadan sungai, mereka juga melakukan pengelolaan sampah di sungai dan pesisir. Karena itu, kegiatan ini kami lakukan bersama Kodim, Polresta, dan stakeholder terkait, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar agar tercipta lingkungan yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah,” tegas Suryono.

Ia juga mengingatkan tentang bahaya sampah, terutama plastik, ketika berada di laut. Sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik berpotensi masuk ke rantai makanan.


Page 2

“Sampah plastik yang dibuang ke laut bisa dimakan ikan. Ikan yang terpapar mikroplastik sangat berbahaya jika akhirnya dikonsumsi manusia,” ujarnya.

Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor (Kav) Suprapto menegaskan, kegiatan bersih pantai merupakan bagian dari program karya bakti TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergisitas lintas sektor dalam menangani persoalan sampah.

“Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya persoalan sampah,” kata Suprapto.

Dalam kegiatan tersebut, peserta aksi bersih-bersih memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

Sampah non organik dikumpulkan untuk diolah kembali, sementara sampah organik disingkirkan menjauh dari bibir pantai.

“Total sampah yang berhasil dikumpulkan diperkirakan mencapai 11 ton khusus di Pantai Pancur,” jelasnya.

Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi pelajar. Diharapkan, kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini.

“Kami mengedukasi siswa agar tidak membuang sampah di sungai, karena muaranya ke laut dan akhirnya membuat pantai menjadi kotor,” imbuh Suprapto.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo, Noviari Utami, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan bersih pantai tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah dari rumah. Kebersihan dan kelestarian lingkungan, termasuk di kawasan Alas Purwo, adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (why/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aksi bersih-bersih sampah digelar di kawasan Pantai Pancur, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Kamis (5/2).

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, TNI/Polri, Balai TN Alas Purwo, Forum Pimpinan Kecamatan Tegaldlimo, pegiat non government organization (NGO), masyarakat, hingga pelajar.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 11 ton sampah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan bersih pantai tersebut.

Sampah yang mendominasi merupakan jenis non organik, terutama plastik yang terbawa arus sungai dan laut hingga menumpuk di kawasan pesisir Pantai Pancur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, mengatakan Pemkab Banyuwangi terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir dan sungai.

“Pemkab Banyuwangi sebenarnya sudah memiliki konsep tata kelola sampah melalui program Banyuwangi Hijau dengan metode daur ulang,” ujar Suryono.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Selain itu, Dinas Perikanan juga telah membangun sistem pengelolaan sampah di kawasan sungai dan pesisir pantai.

Di lokasi tersebut, terdapat pengawas yang berasal dari kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) yang telah dibentuk oleh pemerintah daerah.

Menurut Suryono, sampah yang menumpuk di Pantai Pancur sebagian besar merupakan sampah kiriman dari hulu sungai.

“Sampah ini sebagian besar kiriman dari hulu sungai. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama dari hulu hingga hilir,” katanya.

Saat ini, terdapat sekitar 75 pokmaswas yang aktif melakukan pengawasan dan penyelamatan ekosistem pesisir.

Kelompok tersebut tersebar di sepanjang garis pantai Banyuwangi yang mencapai 175,8 kilometer.

“Selain menjaga sumber daya ikan dan vegetasi di sempadan sungai, mereka juga melakukan pengelolaan sampah di sungai dan pesisir. Karena itu, kegiatan ini kami lakukan bersama Kodim, Polresta, dan stakeholder terkait, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar agar tercipta lingkungan yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah,” tegas Suryono.

Ia juga mengingatkan tentang bahaya sampah, terutama plastik, ketika berada di laut. Sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik berpotensi masuk ke rantai makanan.