Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Palembang–Betung Hampir Rampung, Progres Ruas Kramasan–Pangkalan Balai Tembus 89,91 Persen

tol-palembang–betung-hampir-rampung,-progres-ruas-kramasan–pangkalan-balai-tembus-89,91-persen
Tol Palembang–Betung Hampir Rampung, Progres Ruas Kramasan–Pangkalan Balai Tembus 89,91 Persen

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek Jalan Tol Palembang–Betung terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Ruas Kramasan–Pangkalan Balai kini hampir memasuki tahap akhir pembangunan dengan capaian progres 89,91 persen, atau mendekati 90 persen penyelesaian.

Informasi tersebut disampaikan PT Hutama Karya (Persero) melalui akun resmi media sosial perusahaan.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa konektivitas baru antara Palembang dan wilayah Banyuasin dalam waktu dekat akan segera dinikmati masyarakat Sumatera Selatan.

Tantangan Besar: Trase Melintasi Sungai Musi

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan ruas tol ini adalah trase jalan yang melintasi Sungai Musi, sungai terpanjang di Sumatera Selatan yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan logistik masyarakat.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur tol di atas Sungai Musi membutuhkan perencanaan yang sangat matang serta penerapan standar keselamatan yang tinggi.

“Melintasi Sungai Musi merupakan tantangan tersendiri, baik dari sisi teknis maupun keselamatan. Selain ukuran sungainya yang besar, kawasan ini juga menjadi jalur vital aktivitas logistik masyarakat,” jelas Mardiansyah.

Ia menambahkan, seluruh proses konstruksi dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan keamanan struktur, kelancaran lalu lintas sungai, serta keselamatan pekerja selama pembangunan berlangsung.

Peran Strategis dalam Jalan Tol Trans Sumatera

Ruas Kramasan–Pangkalan Balai memiliki peran strategis sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Tol ini akan menjadi penghubung utama Palembang menuju Betung, sekaligus membuka akses yang lebih cepat menuju koridor Jambi dan wilayah Sumatera bagian tengah.

Dengan beroperasinya ruas tol ini, waktu tempuh Palembang–Betung yang sebelumnya dapat mencapai dua jam diproyeksikan menyusut drastis menjadi sekitar 45 menit saja.

Pemangkasan waktu tempuh tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung, antara lain:


Page 2

  • Meningkatkan kelancaran distribusi logistik dan hasil industri
  • Mempercepat mobilitas masyarakat antardaerah
  • Mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur non-tol Palembang–Banyuasin

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kawasan Industri

Tak hanya mempercepat perjalanan, keberadaan Tol Kramasan–Pangkalan Balai juga diyakini akan mempercepat akses menuju kawasan industri di Sumatera Selatan.

Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Hutama Karya menilai, tol ini akan menjadi tulang punggung baru sistem transportasi Sumsel, terutama dalam mendukung pergerakan barang dan logistik menuju provinsi-provinsi tetangga.

“Hadirnya tol ini bukan hanya soal mempercepat perjalanan, tetapi juga membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi antara pergerakan orang dan barang,” imbuh Mardiansyah.

Masyarakat Menanti Pengoperasian Resmi

Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, masyarakat kini menantikan tahap penyelesaian akhir sebelum tol ini resmi dioperasikan.

Kehadiran Tol Palembang–Betung, khususnya ruas Kramasan–Pangkalan Balai, diyakini akan membawa perubahan besar bagi wajah transportasi dan perekonomian Sumatera Selatan.

Jika telah beroperasi penuh, jalan tol ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, memperlancar arus logistik regional, serta meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah di Sumatera. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek Jalan Tol Palembang–Betung terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Ruas Kramasan–Pangkalan Balai kini hampir memasuki tahap akhir pembangunan dengan capaian progres 89,91 persen, atau mendekati 90 persen penyelesaian.

Informasi tersebut disampaikan PT Hutama Karya (Persero) melalui akun resmi media sosial perusahaan.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa konektivitas baru antara Palembang dan wilayah Banyuasin dalam waktu dekat akan segera dinikmati masyarakat Sumatera Selatan.

Tantangan Besar: Trase Melintasi Sungai Musi

Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan ruas tol ini adalah trase jalan yang melintasi Sungai Musi, sungai terpanjang di Sumatera Selatan yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan logistik masyarakat.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur tol di atas Sungai Musi membutuhkan perencanaan yang sangat matang serta penerapan standar keselamatan yang tinggi.

“Melintasi Sungai Musi merupakan tantangan tersendiri, baik dari sisi teknis maupun keselamatan. Selain ukuran sungainya yang besar, kawasan ini juga menjadi jalur vital aktivitas logistik masyarakat,” jelas Mardiansyah.

Ia menambahkan, seluruh proses konstruksi dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan keamanan struktur, kelancaran lalu lintas sungai, serta keselamatan pekerja selama pembangunan berlangsung.

Peran Strategis dalam Jalan Tol Trans Sumatera

Ruas Kramasan–Pangkalan Balai memiliki peran strategis sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Tol ini akan menjadi penghubung utama Palembang menuju Betung, sekaligus membuka akses yang lebih cepat menuju koridor Jambi dan wilayah Sumatera bagian tengah.

Dengan beroperasinya ruas tol ini, waktu tempuh Palembang–Betung yang sebelumnya dapat mencapai dua jam diproyeksikan menyusut drastis menjadi sekitar 45 menit saja.

Pemangkasan waktu tempuh tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung, antara lain: