Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Jadwal, Tarif, dan Fasilitas Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Terbaru 2026

jadwal,-tarif,-dan-fasilitas-penyeberangan-ketapang–gilimanuk-terbaru-2026
Jadwal, Tarif, dan Fasilitas Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Terbaru 2026

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Jalur Ketapang–Gilimanuk tak sekadar menjadi penghubung ujung timur Pulau Jawa dengan gerbang barat Pulau Bali, tetapi juga memegang peran vital dalam menopang mobilitas masyarakat dan kelancaran logistik nasional.

Lintasan ini menghubungkan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Dalam kondisi cuaca normal, waktu tempuh penyeberangan berkisar 45 hingga 60 menit, ditemani panorama laut lepas Selat Bali yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang.

Namun demikian, durasi perjalanan bisa berubah sewaktu-waktu. Faktor cuaca, kondisi arus laut, hingga antrean kapal saat sandar di dermaga kerap memengaruhi waktu tempuh.

Meski begitu, kabar baik bagi para pelancong, rute ini dikenal fleksibel dengan frekuensi pelayaran yang padat.

Beroperasi 24 Jam, Berangkat Setiap Jam

Kapal feri di lintasan Ketapang–Gilimanuk beroperasi selama 24 jam penuh.

Jadwal keberangkatan dimulai sejak pukul 00.00 WIB dan berlangsung setiap jam hingga pukul 23.00 WIB.

Dengan jadwal yang rutin dan berkesinambungan, penumpang tak perlu khawatir kehabisan kapal, baik saat perjalanan dini hari maupun tengah malam.

Kondisi ini menjadikan lintasan Jawa–Bali sebagai salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia, terutama saat musim liburan, hari besar keagamaan, dan periode arus mudik maupun balik.

Tarif Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

Tarif penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjadi informasi yang paling banyak dicari calon penumpang.

Harga tiket kapal feri di lintasan ini tergolong terjangkau dan disesuaikan dengan kategori penumpang serta jenis kendaraan yang dibawa.

Tarif Penumpang (Tanpa Kendaraan):


Page 2

  • Dewasa, anak-anak, dan lansia: Rp 10.600
  • Bayi (usia 0–2 tahun): Rp 1.600

Tarif Kendaraan:

  • Golongan I (Sepeda): Rp 11.000
  • Golongan II (Sepeda motor
  • Golongan III (Sepeda motor >500 cc, kendaraan roda tiga): Rp 45.000
  • Golongan IVA (Mobil penumpang/sedan/jip/minibus, panjang ≤5 m): Rp 213.400
  • Golongan IVB (Mobil angkutan barang ≤5 m): Rp 182.400
  • Golongan VA (Bus 5–7 m): Rp 420.400
  • Golongan VB (Truk/tangki 5–7 m): Rp 309.500
  • Golongan VIA (Bus 7–10 m): Rp 637.800
  • Golongan VIB (Truk/tangki 7–10 m): Rp 511.100
  • Golongan VII (Truk/tronton 10–12 m): Rp 630.300
  • Golongan VIII (Truk/tronton 12–16 m): Rp 888.300
  • Golongan IX (Truk/tronton >16 m): Rp 1.229.600

Tarif tersebut merupakan estimasi kelas reguler dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemerintah maupun penyesuaian operator penyeberangan.

Penumpang disarankan selalu mengecek informasi terbaru sebelum keberangkatan agar perencanaan perjalanan lebih matang.

Fasilitas Kapal Cukup Lengkap

Meski durasi penyeberangan relatif singkat, fasilitas kapal feri Ketapang–Gilimanuk terbilang cukup lengkap.

Di kapal kelas reguler, penumpang dapat menikmati ruang duduk ber-AC, kursi yang nyaman, serta hiburan televisi.

Selain itu, tersedia musala, toilet bersih, serta kafetaria yang menyediakan makanan dan minuman ringan.

Bagi penumpang yang membutuhkan daya tambahan untuk gawai, kapal juga dilengkapi charging station yang dapat digunakan secara gratis.

Dengan jadwal 24 jam, tarif terjangkau, dan fasilitas memadai, lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang hendak menyeberang dari Jawa ke Bali maupun sebaliknya, sekaligus menegaskan perannya sebagai urat nadi transportasi di kawasan timur Pulau Jawa. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Jalur Ketapang–Gilimanuk tak sekadar menjadi penghubung ujung timur Pulau Jawa dengan gerbang barat Pulau Bali, tetapi juga memegang peran vital dalam menopang mobilitas masyarakat dan kelancaran logistik nasional.

Lintasan ini menghubungkan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Dalam kondisi cuaca normal, waktu tempuh penyeberangan berkisar 45 hingga 60 menit, ditemani panorama laut lepas Selat Bali yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang.

Namun demikian, durasi perjalanan bisa berubah sewaktu-waktu. Faktor cuaca, kondisi arus laut, hingga antrean kapal saat sandar di dermaga kerap memengaruhi waktu tempuh.

Meski begitu, kabar baik bagi para pelancong, rute ini dikenal fleksibel dengan frekuensi pelayaran yang padat.

Beroperasi 24 Jam, Berangkat Setiap Jam

Kapal feri di lintasan Ketapang–Gilimanuk beroperasi selama 24 jam penuh.

Jadwal keberangkatan dimulai sejak pukul 00.00 WIB dan berlangsung setiap jam hingga pukul 23.00 WIB.

Dengan jadwal yang rutin dan berkesinambungan, penumpang tak perlu khawatir kehabisan kapal, baik saat perjalanan dini hari maupun tengah malam.

Kondisi ini menjadikan lintasan Jawa–Bali sebagai salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia, terutama saat musim liburan, hari besar keagamaan, dan periode arus mudik maupun balik.

Tarif Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

Tarif penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjadi informasi yang paling banyak dicari calon penumpang.

Harga tiket kapal feri di lintasan ini tergolong terjangkau dan disesuaikan dengan kategori penumpang serta jenis kendaraan yang dibawa.

Tarif Penumpang (Tanpa Kendaraan):