Joni-Masrohan Akhirnya Berdamai

0
359

joni-made-dan-basuki-bersalaman-di-kantor-dprd-banyuwangi-kemari

Keduanya Diminta Intropeksi Diri

BANYUWANGI – Kegaduhan politik di internal DPRD berakhir happy ending. Pihak-pihak yang sempat berseteru, yakni Wakil Ketua DPRD Joni Subagio dan anggota Fraksi Nasdem-Hanura, Ahmad Masrohan, sepakat berdamai. Kedua politisi itu sama-sama berbesar hati mengaku khilaf dan sepakat  melakukan introspeksi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara turun tangan langsung mendinginkan tensi politik yang sempat menghangat di  internal lembaga wakil rakyat tersebut.  Made mempertemukan dua pihak yang berseteru, yakni Joni Subagio dan pihak   Marsohan diwakili ketua Fraksi Hanura- Nasdem, Basuki Rahmat di kantor DPRD  Banyuwangi kemarin (8/12).

Di hadapan ketua dewan, Joni menjelaskan kronologi pengusiran terhadap Masrohan dari forum rapat dengar pendapat (hearing) dengan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3) Kecamatan Banyuwangi Senin lalu (5/12). “Intinya, persoalan ini sudah klir. Keduanya sudah menerima penjelasan masing-masing pihak. Pak Joni juga menyampaikan sebagai manusia dirinya tidak selalu benar, kadang salah atau khilaf,” ujar politikus  PDIP tersebut.

Made menambahkan, pihaknya menekankan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Selain itu.  Pihak Masrohan dan Joni juga mengaku bersedia melakukan introspeksi diri.  “Jadi, masalah ini sudah klir, baik secara pribadi, fraksi, maupun secara kelembagaan,” tegasnya.

Basuki Rahmat, membenarkan pihaknya dan Joni sudah saling menerima penjelasan masing-masing pihak. “Sudah tidak ada persoalan, baik secara personal maupun secara kelembagaan,” kata dia.  Hanya saja, Basuki berharap, ke depan   semua pihak, baik pimpinan dan anggota dewan harus saling menghargai.

Begitu juga soal perkataan Joni yang dinilai kurang halus, dia berharap ke depan cara penyampaian wakil ketua dewan  asal PKB itu bisa diperbaiki. Dikonfirmasi di tempat yang sama, Joni Subagio, menegaskan pertemuan kemarin bukan dalam rangka perdamaian melainkan “hanya” menyamakan persepsi. Sebab, kata dia, apa yang dia lakukan atas nama lembaga.

“Dalam memimpin rapat, ada tata-tertib yang mengatur itu. Ada ketentuan pimpinan  sidang berhak mengendalikan jalannya lalu-lintas persidangan. Bahkan kalau memang ada oknum atau anggota yang membuat acara tidak kondusif, pimpinan  sidang punya hak mengeluarkan oknum tersebut,” jelasnya.

Dia mengaku cekcok mulut antara dirinya dengan Masrohan hanya masalah miskomunikasi. “Saya tidak serta-merta mengusir yang bersangkutan. Maksud saya, kesepakatan yang sudah disetujui oleh forum, jangan dimentahkan lagi,” kata dia.

Dijelaskan, dalam forum itu hearing dengan P3N tersebut ada dua materiyang dibahas. Pertama, P3N menghendaki dipertemukan dengan Kepala KUA  Banyuwangi karena dianggap membuat kegaduhan di kalangan para modin. Dan masalah itu sudah selesai.

Sedangkan sesi kedua, imbuh Joni, materi hearing menyangkut rencana sosialisasi atau pelatihan bagi para modin. Modin mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Terutama modin kematian. “Dan saat itu forum sudah menyetujui, termasuk Saudara Masrohan. Cuma, Masrohan kembali mengutarakan masalah P3N yang sebetulnya sudah disepakati. Yang bersangkutan emosi dan akhirnya saya terpancing. Terapi saya akui itu kesalahan saya juga,” akunya.

Joni menambahkan, secara pribadi dirinya mohon maaf kepada semua pihak. “Kejadian ini manusiawi. Saya pun manusia tidak luput dari kesalahan. Ke depan kita bersama harus betul-betul menjaga etika. Kita berorganisasi di lembaga ini diatur oleh rata-tertib DPRD,” tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi via sambungan telepon. Masrohan mengaku secara pribadi dia tidak memiliki masalah dengan semua anggota dewan, termasuk Joni. “Beliau (Joni) senior saya. Saya secara pribadi menghormati Pak joni,” akunya.

Bahkan, dia mengaku bahwa sesaat pasca dikeluarkan oleh joni dari forum hearing bersama PSN, dirinya kembali bertemu dengan joni pada FoRUm rapat paripurna internal dewan. “Dalam paripurna internal tersebut, kami berembug. Antara saya dan Pak Joni pun saling bertegur sapa Tidak asa masalah,” tuturnya.

Tetapi dalam hal anggota dewan, kita sama-sama anggota dewan. Karena itu, sebagai sesama anggota dewan, seharusnya dirinya dan Joni saling menghormati. “Saya juga akan introspeksi diri,” pungkasnya.  Seperti diberitakan, dua anggota DPRD, HM Joni Subagio (F PKB) dan Ahmad Masrohan (Partai Hanura) nyaris adu jotos dalam forum rapat dengar pendapat (Hearing) dengan para petugas pembantu pencatat nikah (PSN) Kecamatan Banyuwangi.

Kejadian itu dipicu penyampaian pendapat Masrohan yang dianggap berbelit-belit dan langsung diusir keluar ruangan yang dipimpin, Joni Subagio.  Suasana semakin memanas ketika Masrohan balik meminta Joni keluar ruang rapat. Keduanya pun nyaris adu jotos. Beruntung, sejumlah anggota dewan sigap melerai dan mengajak Masrohan keluar ruangan rapat. (radar)

Loading...