Hanura Protes Pengusiran Masrohan

0
814
basuki-rachmat
Basuki Rachmat

Minta Ketua DPRD Segera Ambil Sikap


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Aksi ala “koboi”  yang dipertontonkan Wakil Ketua  DPRD Joni Subagio memicu konflik  politik di internal DPRD. Tindakan Joni mengusir anggota dewan asal Partai Hanura, Ahmad Masrohan dari forum rapat dengar pendapat  (hearing) di kantor dewan mengundang prostes Fraksi Hanura-Nasdem DPRD dan DPC Partai Hanura,  Ketua Fraksi Nasdem-Hanura dan DPC Hanura, Basuki Rachmat mendesak Ketua DPRD, I Made Cahyana segera mengambil sikap.

Dikatakan, pengusiran sekaligus perkataan bernada provokasi yang  dilontarkan Joni selaku pimpinan  dalam forum hearing tersebut telah  mencederai etika bersidang anggota  dewan. “Pimpinan sidang tidak boleh bersikap seperti itu. Ini negara  demokrasi, pada saat sesi diskusi, yakni saat anggota menyampaikan  pendapat, tidak boleh dibatasi. Kecuali kalau ada aturan main. Sesaat sebelum rapat dimulai, ada kesepakatan atau tata tertib batasan waktu penyampaian pendapat, misalnya lima menit,” ujarnya kemarin (7/12).

Basuki menuturkan, pimpinan sidang memang memiliki hak mengeluarkan anggota rapat. Namun, dia menggaris bawahi, pimpinan hanya bisa melakukan mengeluarkan anggota sidang apabila anggota tersebut melanggar tata tertib persidangan.

“Tetapi dalam kasus ini apakah Saudara Masrohan melanggar tata tertib persidangan? Kan tidak. Yang bersangkutan juga tidak melanggar  etika bersidang, tidak melakukan  tindakan anarkis, juga tidak mengeluarkan kata-kata kotor,” sesalnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last