Beranda Sosial Juan dan Luluk di Banyuwangi Tekuni Usaha Keripik Tempe Kedelai

Juan dan Luluk di Banyuwangi Tekuni Usaha Keripik Tempe Kedelai

0
1860
Pemilik usaha Rumah Keripik Jasmine, Doan Fahny dan Luluk Nurdiana saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (9/8/2017). (Foto: timesbanyuwangi.com)

BANYUWANGI – Rumah Keripik ‘Jasmine’ merupakan salah satu industri rumah tangga yang mempunyai berbagai produk jenis makanan ringan. Diawal usahanya, per hari memproduksi 20 bungkus saja, namun saat ini dalam sehari sudah mampu memproduksi lebih dari 300 bungkus, dengan omzet per hari yang mencapai jutaan rupiah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Produk makanan ringan yang diproduksi meliputi kecipir, sale goreng, sale press, akar pinang, keripik talas, keripik singkong, dan produk unggulannya keripik kedelai tempe.

Saat dijumpai kru TIMES Indonesia, pemilik rumah keripik Jasmine, adalah pasangan suami istri, Joan Fahny AM dan Luluk Nurdiana yang tinggal di Jalan Bogowonto, nomor 26 Kelurahan Pengantin Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat memulai usahanya pada bulan November 2015 lalu per hari hanya mampu membuat 20 bungkus yang dijual seharga Rp 5 ribu per bungkus. Dagangan yang dijualnya dengan cara dititipkan ke warung dan kios tak jauh dari rumahnya itu akan menghasilkan omzet sebesar Rp 200 ribu per hari.

Sedang keuntungan yang didapatnya berada diangkat Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu saja setelah dikurangi dengan biaya transportasi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!