KA Sepi, Pesawat Melonjak

1
295

kaBANYUWANGI- Jelang liburan panjang sekolah, tren penumpang kereta api (KA) belum ada lonjakan. Sebaliknya, pemesanan tiket KA relatif menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Hingga kemarin (11/5), penjualan tiket KA di sejumlah stasiun di Banyuwangi pada masa liburan sekolah masih terjual sekitar 20 hingga 30 persen. Sekitar 70 persen tiket KA masih belum terjual untuk semua jurusan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Humas dan Hukum PT KAI Daops IX Jember, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, penjualan tiket tahun ini mengalami penurunan sekitar 15 persen. Pada periode yang sama tahun lalu, 30 persen tiket sudah ter jual jelang liburan panjang anak sekolah. Pihaknya, kata Gatut, sudah melakukan evaluasi terhadap penurunan penjualan tiket KA tersebut. Penjualan tiket KA tahun ini turun kemungkinan karena warga belum mengambil keputusan tujuan berlibur.

Menurut Gatut, masyarakat terbiasa membeli dan memesan tiket menjelang keberangkatan. Warga belum memanfaatkan ke mu dahan fasilitas yang diberikan PT KAI untuk membeli tiket 90 hari sebelum berangkat. “Saat ini warga mungkin belum punya rencana ber libur, sehingga belum pesan tiket,” katanya  Selain itu, jelas Gatut, menurunnya pemesanan tiket sebagai dam pak penyesuaian tarif ke las  ekonomi biasa menjadi ekonomi AC.

Penyesuaian tarif eko nomi AC itu sebetulnya da lam rangka meningkatkan fasilitas layanan di stasiun dan di dalam garbing KA. Peningkatan kelas ekonomi itu, ungkap Gatut, dalam rangka mem berikan kenyamanan dan keamanan kepada penumpang. Dengan naiknya kelas ekonomi, secara otomatis pelayanan akan lebih nyaman, aman, dan tertib. “Sekarang kami tidak melayani tiket berdiri. Semua pemegang tiket KA harus mendapat tempat duduk,” katanya.

Berbeda dengan penumpang KA, tren penumpang pesawat terbang di Bandara Blimbingsari terus naik. Sejak Senin hingga Jumat, tren penumpang cukup stabil, baik yang tujuan Banyuwangi maupun Surabaya.Kepala Satker Bandara Blimbingsari, Andi Hendra Suryaka mengatakan, pada hari-hari normal, load factor penumpang pesawat berkisar 60 hingga 80 persen. Di akhir pekan, penumpang sering melonjak hingga 90 persen.

Setiap akhir pekan, ungkap Andi, banyak penumpang yang tidak bisa diangkut karena keterbatasan kapasitas angkut pesawat. Tidak hanya liburan akhir pekan, setiap ada libur nasional, penumpang juga meluber hingga tidak bisa di angkut. Andi menambahkan, be be – rapa bulan belakang ada tren baru di Bandara Blimbingsari. Penumpang yang memanfaatkan penerbangan Surabaya-Banyuwangi tidak hanya kalangan masyarakat umum. Beberapa pejabat tinggi dari Jakarta yang memiliki kegiatan di Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan Situbondo, juga menggunakan transportasi udara di Blimbingsari.

Itu terjadi tidak hanya dilakukan pejabat negara, beberapa pejabat perusahaan swasta dan artis juga sering datang ke daerah melalui Bandara Blimbingsari. “Tren penumpang terus naik. Ta hun ini kita optimistis jumlah penumpang akan lebih banyak daripada tahun lalu,” tambah Andi. Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, arus penyeberangan ke Bali relatif normal. Meski begitu, penumpang tetap didominasi bus pariwisata dari berbagai kota besar di Pulau Jawa. (radar)

Loading...