Ke Makam Jelang Ramadan

0
212

makanCLURING – Ziarah ke makam leluhur sudah menjadi tradisi warga menjelang Ramadan. Hampir semua pemakaman umum dibanjiri warga yang ingin nyekar dan berdoa di dekat makam. Sejumlah tempat pemakaman umum, sejak pagi sudah banyak didatangi warga. Selain membersihkan makam leluhur, biasanya warga membaca Surat Yasin, tahlil, dan berdoa bersama anggota keluarga.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

 Tidak jarang mereka juga mengajak anak-anaknya. “Warga berdoa di dekat makam orang tua atau saudaranya,” terang Kepala Desa (Kades) Desa/ Kecamatan Cluring, Sunarto. Tradisi ziarah ke makam itu membawa berkah tersendiri bagi para penjual bunga. Sejak H-4 Ramadan, para penjual bunga kebanjiran pembeli. Setiap warga yang ingin nyekar selalu membeli bunga tabur. 

 “Paling ramai ya hari ini (kemarin),” terang Ramini, salah satu penjual bunga di Desa Cluring. Ramini mengaku, dia menjual bunga untuk warga yang ingin ziarah sebenarnya bukan hanya menjelang Ramadan.  Setiap Kamis dirinya juga menyediakan aneka bunga untuk nyekar. “Tapi yang ramai itu menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” katanya sambil mengaku menjual bunga seharga Rp 1.000 per bungkus. (radar)

Loading...