Kedubes Prancis Tekan Manajemen Persewangi

0
338

BANYUWANGI – Kasus tertunggaknya gaji dan kontrak Moukwelle Ebanga Sylvain di Persewangi rupanya kian meluas. Masalah yang sebetulnya hanya lingkup pemain dan manajerial tim itu kini bahkan harus melibatkan institusi kenegaraan seperti kedutaan besar. Hal itu tampak dari respon terhadap pengaduan Moukwelle ke kantor kedutaan besar Prancis di Jakarta.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Surat yang turun dalam bahasa Indonesia dan Prancis itu ditujukan kepada tiga pihak. Pertama adalah Moukwelle sendiri sebagai pelapor, kedua ditujukan kepada bupati, dan ketiga kepada manajer Persewangi. “Aku udah tunggu surat itu,” ujar Moukwelle kemarin. Soal isinya, Moukwelle mengaku surat yang diterimanya dalam bentuk elektronik mail alias email.

Loading...

Sedangkan surat lainnya yang ditujukan kepada manajer Persewangi dan bupati, menurut sepengetahuannya, diterima dalam bentuk surat resmi. Apa isinya? Moukwelle enggan mengomentari lebih lanjut. Hanya, secara garis besar surat itu meminta agar masalah kontrak dan gaji yang dialaminya di Persewangi segera diselesaikan. “Intinya itu. Surat itu minta agar masalahku segera diselesaikan,” terangnya.

Sekedar mengingatkan, masalah yang menimpa Moukwelle bermula dari tidak dibayarnya sisa kontrak dan gajinya oleh manajemen Persewangi. Selama lebih kurang enam bulan lamanya paska kompetisi Divisi Utama 2011/2012 usai tidak ada kepastian untuk pembayaran atas haknya di Persewangi. Jumlah kontrak yang tersisa di Persewangi cukup besar. Dari Rp 293 juta yang semestinya diterima, Moukwelle baru menerima tidak sampai Rp 100 juta. (radar)