Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Keluarga Ungkap Lula Lahfah Sembunyikan Sakit Demi Orang Tua, Reza Arap Cium Nisan Kekasih

keluarga-ungkap-lula-lahfah-sembunyikan-sakit-demi-orang-tua,-reza-arap-cium-nisan-kekasih
Keluarga Ungkap Lula Lahfah Sembunyikan Sakit Demi Orang Tua, Reza Arap Cium Nisan Kekasih

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepergian selebgram Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekatnya.

Keluarga pun akhirnya buka suara terkait kondisi Lula sebelum meninggal dunia pada Jumat (23/1) di usia 26 tahun.

Ayah almarhumah, M. Feroz, mengungkapkan bahwa putri tercintanya memilih menyimpan rasa sakit yang ia derita ketimbang bercerita kepada orang tua.

Keputusan itu, menurutnya, dilakukan Lula demi menjaga perasaan keluarga.

“Lula itu anak yang baik, anak yang sangat peduli sama keluarga, peduli sama orang tua. Dan kami juga lihat dia sama teman-temannya juga baik,” ujar M. Feroz, Sabtu (24/1).

Tak Pernah Mengeluh kepada Orang Tua

Dalam kesaksiannya, M. Feroz mengenang sosok Lula sebagai anak yang sangat berbakti.

Ia menyebut, selama ini Lula tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya kepada ayah dan ibunya, meski ternyata menanggung rasa sakit yang berat.

“Dia enggak pernah mengeluh sama keluarga. Dia mengeluhnya sama teman-teman terdekat dia. Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri, tapi kami enggak tahu itu,” tuturnya lirih.

Situasi tersebut disesalkan pihak keluarga. M. Feroz menegaskan, apabila sejak awal Lula menyampaikan kondisinya secara terbuka, keluarga pasti akan mengupayakan penanganan medis terbaik.

“Sebenarnya bisa kok dia berobat, tapi kenapa dia enggak mau. Mungkin akhirnya dia tahan, dia tahan, dia tahan, sampai akhirnya enggak kuat. Mungkin komplikasi dari situ,” jelasnya.

Wafat di Usia 26 Tahun, Keluarga Tolak Autopsi

Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1) dan dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1).

Suasana pemakaman berlangsung haru dengan kehadiran keluarga, kerabat, dan sejumlah sahabat dekat.

Keluarga memutuskan menolak autopsi terhadap jenazah almarhumah.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Lula, sekaligus menjaga privasi keluarga di tengah duka mendalam.


Page 2

Sebelumnya, Lula sempat mengungkap kondisi kesehatannya kepada publik.

Pada awal Januari 2025, saat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar sepekan, Lula mengakui mengidap sejumlah penyakit.

Pengakuan itu disampaikannya melalui kolom komentar media sosial. Saat seorang penggemar bertanya soal penyakit yang dideritanya, Lula menjawab singkat namun jelas.

“Borongan, ISK (infeksi saluran kemih), usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” tulis Lula kala itu.

Setelah menjalani perawatan, Lula diketahui pulang dan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan, termasuk perawatan di kediamannya.

Masih Aktif Beraktivitas hingga Akhir Hayat

Meski sempat sakit, Lula terlihat tetap menjalani aktivitas seperti biasa.

Pada 14 Januari 2026, ia bahkan sempat mengunggah momen liburan singkat ke tepi pantai bersama sejumlah sahabatnya.

Tak lama sebelum wafat, tepatnya pada 22 Januari 2026, Lula juga terlihat dalam kondisi cukup baik saat membuat video bersama kekasihnya, Reza Arap. Unggahan tersebut kini menjadi kenangan terakhir bagi para penggemar.

Reza Arap Ziarah dan Cium Nisan Kekasih

Kepergian Lula juga menyisakan duka mendalam bagi Reza Arap. Musisi sekaligus konten kreator itu terlihat hadir di pemakaman dan meluapkan kesedihannya dengan mencium nisan sang kekasih.

Momen tersebut menjadi simbol perpisahan yang mengharukan, sekaligus menggambarkan kedekatan keduanya di hari-hari terakhir Lula.

Kini, keluarga berharap kisah Lula menjadi pengingat bahwa keterbukaan soal kondisi kesehatan sangat penting.

Di balik senyum dan aktivitas yang tampak normal, bisa jadi tersimpan rasa sakit yang tak terucap. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepergian selebgram Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekatnya.

Keluarga pun akhirnya buka suara terkait kondisi Lula sebelum meninggal dunia pada Jumat (23/1) di usia 26 tahun.

Ayah almarhumah, M. Feroz, mengungkapkan bahwa putri tercintanya memilih menyimpan rasa sakit yang ia derita ketimbang bercerita kepada orang tua.

Keputusan itu, menurutnya, dilakukan Lula demi menjaga perasaan keluarga.

“Lula itu anak yang baik, anak yang sangat peduli sama keluarga, peduli sama orang tua. Dan kami juga lihat dia sama teman-temannya juga baik,” ujar M. Feroz, Sabtu (24/1).

Tak Pernah Mengeluh kepada Orang Tua

Dalam kesaksiannya, M. Feroz mengenang sosok Lula sebagai anak yang sangat berbakti.

Ia menyebut, selama ini Lula tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya kepada ayah dan ibunya, meski ternyata menanggung rasa sakit yang berat.

“Dia enggak pernah mengeluh sama keluarga. Dia mengeluhnya sama teman-teman terdekat dia. Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri, tapi kami enggak tahu itu,” tuturnya lirih.

Situasi tersebut disesalkan pihak keluarga. M. Feroz menegaskan, apabila sejak awal Lula menyampaikan kondisinya secara terbuka, keluarga pasti akan mengupayakan penanganan medis terbaik.

“Sebenarnya bisa kok dia berobat, tapi kenapa dia enggak mau. Mungkin akhirnya dia tahan, dia tahan, dia tahan, sampai akhirnya enggak kuat. Mungkin komplikasi dari situ,” jelasnya.

Wafat di Usia 26 Tahun, Keluarga Tolak Autopsi

Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1) dan dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1).

Suasana pemakaman berlangsung haru dengan kehadiran keluarga, kerabat, dan sejumlah sahabat dekat.

Keluarga memutuskan menolak autopsi terhadap jenazah almarhumah.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Lula, sekaligus menjaga privasi keluarga di tengah duka mendalam.