Keluhkan Komitmen Pengurus

0
405

SEMENTARA itu, minimnya skuad Persewangi yang diboyong ke Probolinggo menjadi pertanyaan tersendiri. Dari pemain yang ada, hanya 12 pemain yang bersedia bermain di leg kedua Piala Indonesia. Itu pun satu pemain mogok main jelang pertandingan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Terkait minimnya pemain yang diboyong, beberapa pemain yang dihubungi koran ini memiliki sejumlah alasan. Di antaranya, mereka mengeluhkan komitmen manajemen yang semakin tidak jelas. Semula, pemain diminta berkumpul Selasa malam (3/4) di mess Puri Rogojampi. Dalam agenda yang  dimulai pukul 18.30 itu, manajemen Persewangi tetap tidak memiliki kejelasan sikap.

“Kita sudah menunggu sampai pukul 21.30, tapi tetap tidak ada kejelasan. Ya, terpaksa kita tinggal. Jadi, berangkat ataukah tidak, malah tidak jelas,” beber salah satu punggawa Persewangi. Keesokan harinya, beberapa pemain kembali datang ke mess. Namun, kondisinya tetap sama, sepi dan tidak ada kejelasan.

Loading...

Kontan, mereka balik kanan ke rumah masing-masing. Baru pukul 10.00 ada pesan singkat dari pengurus. Pengurus meminta semua pemain bersiap-siap berangkat ke Probolinggo dari mess. Ajakan itu disikapi beragam oleh pemain. Sebagian mengikuti instruksi itu, tapi separo lagi cuek. Mereka yang datang langsung berangkat ke Probolinggo menggunakan bus.

“Jam 10.30 baru berangkat, sampai Probolinggo jam berapa? Apakah seperti itu pemain tidak tersiksa?” cetus pemain yang namanya enggan dikorankan. Cerita mereka yang berangkat, hanya Jun Jin dari tiga pemain asing yang dimiliki Persewangi yang tampak. Victor da Silva dan Moukelele tidak diketahui keberadaannya. Alhasil, dalam lawatannya ke Probolinggo, Persewangi hanya membawa 12 pemain. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2