Kendaraan Klub Bola Menabrak Mahoni Dua Pemain Meninggal Dunia

0
249

kendaraanDua Pemain Meninggal Dunia, Belasan Lainnya Luka-luka


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SINGOJURUH – Rombongan pemain sepak bola klub asal Temuguruh mengalami kecelakaan hebat di Jalan Raya Gendoh – Singojuruh, tepatnya di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh sekitar pukul 11.45 kemarin (17/8). Insiden tersebut mengakibatkan dua pemain meninggal dunia. Sedangkan, belasan lainnya mengalami luka-luka. Tercatat ada satu sopir dan 17 penumpang dalam rombongan tersebut. Kecelakaan berujung maut terjadi setelah mobil pikap yang mereka kendarai, Daihatsu Grand Max menabrak pohon mahoni.

Selain menimbulkan korban jiwa, kendaraan warna hitam Nopol DK 9950 AN tersebut juga ringsek. Menurut keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi, kronologi kecelakaan terlihat saat mobil yang berisi belasan pemain bola tersebut oleng ke kanan hingga menabrak pohon mahoni. Dua orang korban meninggal dunia adalah Dafi Layang, 20, dan Muhammad Abdul Halim, 17, keduanya merupakan warga Dusun Sawahgede, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu.  

Sementara itu, korban luka ringan dirawat di Puskesmas Singojuruh. Beberapa orang langsung diizinkan pulang. Sedangkan beberapa orang dipindah ke tempat perawatannya ke RS Al Huda di Kecamatan Gambiran. Mereka yang dirawat di RS Al Huda adalah Nanang Mulyadi, 18, warga Dusun Tojo, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu. Ada juga Maswito, 17, alamat Dusun Tojolor, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu. Pemain lain yang terluka yakni Wahid Alfiyan, 17, warga Dusun Awu Awu, Desa Temuasri, dan Bagus, 17, warga Dusun Grembyang, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.

Sedangkan penumpang yang luka berat dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah, Rogojampi Rogojampi. Korban luka berat adalah Aviv, 20, warga Desa Temuguruh; Yudi, 20, warga Desa Temuguruh, dan sopir Yosef Anggoro, 19, warga Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu. Sementara itu, Camat Singojuruh Nanik Machrufi yang datang ke lokasi sesaat setelah kecelakaan terjadi ,mengaku sangat menyayangkan kejadian nahas tersebut. Apalagi, musibah itu justru menimpa rombongan pemain yang masih muda.  

Karena itu, Camat Nanik mengimbau kepada aparat kepolisian agar lebih tegas dalam menindak pengendara yang tidak taat aturan. “Human error saja, polisi agar menindak tegas aturan berkendara agar tidak terjadi seperti ini. Beruntung tadi ambulans puskesmas on call,” imbaunya. Sementara itu, salah seorang rekan korban, Dolit, 36, rombongan tersebut rencananya akan melawat ke Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo. Mereka hendak melakukan pertandingan persahabatan dengan tim di kecamatan paling utara Banyuwangi itu.

Namun rencana pertandingan itu harus diurungkan, lantaran mobil yang ditumpangi pemain mengalami kecelakaan. “Mau tanding persahabatan ke Wongsorejo,” ujar Dodit. Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, musibah tersebut  terjadi saat kendaraan yang dikemudikan Yosef Anggoro,19, melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi. Namun, beberapa saat kemudian, laju mobil tahun rakitan 2013 itu oleng. Semula, kendaraan tersebut oleng ke kanan. Kendaraan roda empat tersebut nyaris menabrak sadeng (tiang listrik) di sisi kanan jalan. Sejurus kemudian, mobil tersebut banting setir ke kiri. 

Namun, diduga pengemudi asal Dusun Tapak Lembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu itu tidak menguasai kemudi dan akhirnya menabrak pohon mahoni di kiri jalan. Benturan keras tersebut mengakibatkan para penumpang di bak belakang terpental. Bahkan, dua penumpang yang duduk di bak belakang tidak berkutik dan meregang nyawa dengan bersimbah darah. Sedangkan, para pemain lain mengalami luka-luka. Sedianya, para pemain tersebut akan menggelar laga uji coba melawan klub asal Kecamatan Wongsorejo.

Celakanya, rombongan tersebut juga berisi dua pemain Persewangi Muda, yaitu Nanang ‘’Sinyo’’ dan Sampurno. Beruntung, dua pemain yang berkiprah di Liga Nusantara itu tidak mengalami luka parah. Usai kejadian, para korban dilarikan ke rumah sakit. Delapan korban di bawa ke Puskemas Singojuruh. Tiga korban, termasuk sopir dirawat di PKU Muhammadiyah Rogojampi. Sedangkan, tiga korban lain menjalani perawatan medis di RSUD Genteng dan empat korban di RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran.  

Mayoritas korban berada di bak belakang mobil tersebut. Sebab itulah, proses evakuasi tidak berlangsung rumit. Sedangkan, dua korban di jok depan cukup lama. Bahkan, seorang korban wanita yang duduk di jok depan terjepit bodi yang penyok. Sebab itulah, proses evakuasi berlangsung 1,5 jam. Tersiar kabar, sopir belum cukup ahli dalam mengoperasikan kemudi. Usut punya usut, remaja tersebut belum lama ini bisa mengendarai kendaraan roda empat.

 Karena belum benar-benar lihai itulah yang menimbulkan kecelakaan maut.  Polisi dengan cepat bergerak ke lokasi kejadian. Setelah proses evakuasi berakhir, polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu, polisi juga merilis data korban dalam kecelakaan tunggal tersebut. Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Sumono memimpin langsung anggotanya untuk melakukan olah TKP. Dia menegaskan, jika mobil tersebut murni mengalami kecelakaan tunggal. ‘ 

’Tidak ada kendaraan lain,’’ ujarnya di lokasi kejadian kemarin. Sumono menjelaskan, para korban langsung mendapatkan perawatan medis. Menurut dia, dua nyawa melayang, empat korban mengalami luka berat, dan delapan korban mengalami luka ringan. ‘’Empat korban sudah boleh pulang,’’ terangnya. Hingga kini, polisi masih belum mendapatkan keterangan dari sopir terkait peristiwa tragis tersebut.

Sebab, korban tersebut masih dalam perawatan medis di PKU Muhammadiyah, Rogojampi. ‘’Masih belum bisa kita korek. Korban masih belum sadarkan diri,’’ sebutnya. Atas kejadian itu, setidaknya memberikan warning bagi masyarakat untuk tidak menumpang di bak terbuka. Sebab, dampaknya sangat fatal dan bahkan bisa berujung maut. ‘’Kami sudah berulang kali mengimbau agar kendaraan tidak mengangkut orang di bak terbuka karena sangat berbahaya,’’ tandasnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :