Kepala Desa Kendalrejo Menghilang

0
173

dedi-suntoro-kepala-desa-kendal-rejo-kecamatan-tegal-dlimo-banyuwangi

Diduga Terlibat Jaringan Sabu Musisi Mamang

TEGALDLIMO – Kepala Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Dedi Kuntoro, 36, mendadak menghilang. Sejak Rabu (30/11), orang nomor satu di Desa Kendalrejo itu tidak masuk kantor setelah rumah dan ruang kerjanya, digeledah oleh anggota Satreskoba Polres Banyuwangi.

Tidak diketahui keberadaan Dedi. Istrinya juga sudah lama menjadi tenaga kerja Indonesia  (TKI) di Yunani dan jarang pulang. Sedang  anaknya yang masih kelas III SD, kini diasuh oleh saudaranya. “Saya tidak tahu pergi kemana,” cetus Sekretaris Desa (Sekdes) Kendalrejo, Hadi Mas’ud, 57.

Menurut Hadi, Dedi terakhir masuk kantor pada Selasa (29/11), itu pun pulangnya juga lebih cepat. Saat keluar, juga tidak pernah  pesan apa pun. “Tidak bilang mau pergi  kemana, atau akan tidak masuk berapa hari,”  katanya.

Sebelum pergi dan tidak diketahui jejaknya itu, jelas dia, pada Senin (28/11), kepala desa masih masuk kantor dengan normal. Malahan, hari itu juga memimpin rapat di  kantor desa. “Senin ada rapat, pak  lurah yang mimpin,” ujarnya.

Ditanya kepala desa menghilang karena rumahnya digeledah polisi, Hadi mengaku tidak tahu menahu. Hanya saja, pada Rabu  lalu (30/11) sekitar pukul 14.00, ada tamu yang mengaku dari  Satreskoba Polres Banyuwangi  dan mencari kepala desa.

“Saya  jawab tidak tahu kemana, karena  memang pak kades tidak pamit  ke saya pergi kemana,” cetusnya.  Beberapa anggota polisi yang berpakaian preman itu, terang  dia, sempat minta izin untuk melakukan penggeledahan di ruang kerja kepala desa.

“Saya sempat tanya pada Pak Polisi mengapa ruang kerja Pak Lurah digeledah, katanya terkait pengembangan narkoba,” ungkapnya.  Salah satu dari anggota polisi itu, jelas dia, menyampaikan  sebelum datang ke kantor desa sudah menggeledah rumah  kepala desa.

“Pak polisi itu dari rumah pak lurah terus ke kantor  desa,” cetusnya. Dari hasil penggeledahan di  kantor desa itu, polisi tidak menyita atau menemukan barang yang mencurigakan. “Kalau  barang bukti apa yang disita polisi, saya tidak tahu, sepertinya tidak mengambil apa-apa,”  ungkapnya.

Meski sudah lima hari kepala desa tidak masuk kantor, Hadi menyebut pelayanan publik di Desa Kendalrejo masih berjalan  dengan baik, dan tidak ada gangguan. “Sesuai petunjuk dari kecamatan, untuk tandatangan sementara saya yang teken,” katanya.

Sementara itu, Camat Tegaldlimo, Megawan Mashari saat dikonfirmasi mengaku telah mendengar ada penggerebekan yang dilakukan polisi di kantor Desa Kendalrejo tersebut. Untuk menanyakan kebenaran itu, pihaknya juga telah melakukan kroscek ke kantor desa.

“Pak Sekdes bilang katanya ada penggerebekan, tapi kasus apa saya tidak tahu. Soalnya pak kades tidak ada,” ungkapnya.  Untuk mengantisipasi pelayanan masyarakat bisa berjalan baik, camat mengaku bersama  Forpimka Tegaldlimo pada Senin (5/12) mengumpulkan seluruh staf desa, BPD, kepala dusun dan para ketua RT dan RW untuk konsolidasi dan memastikan  pelayanan publik di Desa Kendalrejo tidak terganggu.

“Saya tidak ingin komentari terkait penggerebekan, yang jelas kami ingin pelayanan publik tidak terganggu dan tetap berjalan dengan baik, itu saja,” pungkasnya. Kapolsek Tegaldlimo, AKP Hery Purnomo mengakui rumah kepala Desa  Kendalrejo dan kantor desa telah digeledah polisi pada Rabu siang  (30/11).

“Yang melakukan penggeledahan dari satreskoba polres,  bukan dari polsek,” katanya. Diberitakan sebelumnya, Selasa lalu (29/11), Satreskoba Polres  Banyuwangi menangkap Slamet Riyadi alias Mamang, 50. Musisi  yang tinggal di Perum Kalirejo Permai, Blok C, Desa Kalirejo,  Kecamatan Kabat itu ditangkap  dalam kepemilikan 0,41 gram sabu-sabu.

Dari dalam rumahnya, polisi juga menemukan sebuah senpi rakitan berjenis revolver. Sumber koran ini menyebutkan, asal-usul sabu berasal dari teman  dekat Mamang, yaitu Kades  Kendalrejo, Dedi Kuntoro. Transaksi sabu-sabu dilakukan di rumah tokoh tersebut.

Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP  Agung Setyo Budi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih men-  dalami asal-usul sabu tersebut.   Ini diduga melibatkan jaringan nark oba yang selama ini sudah  masuk dalam pantauan polisi.  “Asal-usulnya masih kami dalami,” ujarnya kala itu. (ddy/abi

Loading...


Kata kunci yang digunakan :