Kirab 14 Dokar Tempuh Jarak 15 Km Menuju Watudodol

0
795

iring-iringan-dokar-Puter-Kayun-saat-melintas-di-jalan-raya-dekat-Unpar-wisata-Watudodol-kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SETIAP tahun pada 10 Syawal atau sepuluh hari setelah perayaan Lebaran Idul Fitri, warga Kelurahan Boyulangu, Kecamatan Giri, berbondong-bondong beserta seluruh anggota keluarga untuk berpawai menggunakan dokar menuju ke Pantai Watudodol. Warga setempat menyebut tradisi itu dengan nama Puter Kayun.

Tradisi yang digelar secara turun temurun setiap Lebaran itu dilakukan sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha esa. Tradisi itu juga dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi keluarga.

Tidak hanya itu, tradisi ini juga dilakukan untuk mengenang usaha dari para leluhur yang telah berhasil membuka jalan dari Bayolangu menuju kawasan Watudodol yang berjarak kurang lebih 15 Km. Mereka menggunakan dokar sebagai alat transportasi untuk menuju Watudodol.

Menurut riwayat, dulu semua warga Boyolangu berprofesi sebagai tukang kusir dokar. Sehingga, dokar menjadi kendaraan yang selalu digunakan ketika bepergian, termasuk dalam tradisi Puter Kayun. Menurut keterangan warga sekitar dulu, saat kirab Puter Kayun dilaksanakan, ada sekitar 100 dokar yang ikut kirab.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last