Beranda Sosial Tradisi Puter Kayun Tetap Lestari

Tradisi Puter Kayun Tetap Lestari

0
2466
Para pejabat Pemkab Banyuwangi naik dokar dalam festival Puter Kayun kamarin.

GIRI – Banyuwangi semakin menahbiskan diri sebagai gudangnya seni-tradisi. Di bulan Syawal ini saja, sedikitnya tiga tradisi lokal digelar di Bumi Blambangan, yakni Barong Ider Bumi di Desa Kemiren, Seblang di Desa Olehsari, dan kemarin giliran masyarakat Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri menggelar tradisi Puter Kayun.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Puter Kayun merupakan tradisi yang dilakukan warga setempat pada hari ke sepuluh Bulan Syawal. Warga Boyolangu ramai-ramai menunggang dokar hias menuju Pantai Watudodol yang berjarak sekitar 15 Kilometer (Km).

Puter Kayun kali ini dibuka oleh Staf Pemkab Banyuwangi Bidang Ekonomi dan Keuangan, Pujo Hartanto. Pujo mengatakan, bahwa tradisi yang masuk agenda wisata Banyuwangi Festival (B-Fest) ini berasal dari masyarakat yang tumbuh dari bawah.

Loading...

Tradisi yang unik ini, lanjut dia, bisa menjadi identitas masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung dan mewadahi agar tradisi Puter Kayun tetap lestari. “B-Fest akan konsisten mengangkat tradisi lokal masyarakat setempat, termasuk tradisi Puter Kayun Boyolangu ini,” ujarnya.

Menurut Pujo, festival yang bersumber dari tradisi lokal akan tetap digelar di desa atau kelurahan asal tradisi tersebut, bukan justru diusung ke kota. “Selain untuk menjaga tradisi dan ritual yang ada, ini juga sebagai cara untuk menumbuhkan banyak objek atraksi wisata di Banyuwangi,” kata dia.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!