Kopi Gombeng Masuk Benua Amerika

0
150

KALIPURO- Potensi kopi asal Banyuwangi terus berkembang. Yang terbaru, bubuk kopi asal Kelurahan Gombengsari,  Kecamatan Kalipuro sukses memasuki pasar benua Amerika. Keberhasilan itu tidak lepas dari kreativitas  petani kelurahan setempat.

Selama ini, petani dan pengusaha Kelurahan Gombeng hanya menjual biji kopi saja namun dalam satu tahun terakhir petani mulai mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi. Sahnawi, ketua usaha kopi Kahyangan,  mengaku kopi mereka sampai di Amerika  pada tahun 2015.

“Enam bungkus kopi bubuk dibawa Agus teman saya yang bekerja di Jakarta ke Amerika. Selang beberapa  meminta saya untuk mengirim kopi  bubuk  lagi ke Amerika. Tapi karena proses perizinan yang rumit, akhir nya tidak jadi kirim,”  ungkapnya.

Beberapa kelompok petani dan pengusaha kopi di Gombengsari mulai melebarkan  sayapnya dengan menjual kopi bubuk. “Kopi bubuk ini saya jual ke Jogja, Bogor dan  Kalimantan. Kami bekerja sama dengan Trisekel. Trisekel itu merupakan gabungan dari petani kopi, pemasar kopi, dan pengemas kopi. Kopi luwak kami jual Rp 40 ribu,sedangkan kopi lanang kami banderol Rp 60 ribu. Harga itu sudah termasuk dengan  biaya pengirimannya,” tandasnya.

Lurah Gombengsari, Moch. Farid Isnaini, mengatakan masyarakat Gombengsari mulai giat mengembangkan penjualan kopi bubuk  dengan kemasan yang lebih menarik. “Jualan biji kopi hanya laku Rp 24 sampai Rp 25 ribu. Tapi kalau sudah dijadikan bubuk, nilai jualnya  jadi dua kali lipat. Namun masih hanya beberapa kelompok saja yang menjual kopi  dalam bentuk bubuk, karena terkendala  modal,” katanya.

Permasalahan pemasaran ini juga dialami oleh ketua kelompok kopi Sugeh, Harsono Sidik. Sidik mengaku hanya giling kopi jika ada pesanan. “Konsumen masih banyak yang beli kopi dalam bentuk biji, kopi dalam bentuk bubuk hanya saat ada yang pesan  saja,” bebernya.

Selain Sidik, Agus Hermawan, salah satu pengepul kopi, mengatakan pemerintah saat ini sedang marak mengadakan pelatihan  kopi. Mulai dari peningkatan kualitas bertanam kopi, sampai pengemasan kopi bubuk.

“Kalau bisa pemerintah juga membantu pemasaran. Atau pemerintah yang beli biji kopi langsung pada kami,” harap Agus.(radar)

Loading...


Kata kunci yang digunakan :