KPA Gelar Lomba PKK Peduli AIDS

0
231

pkkSempu Juara I, Glenmore Juara II
BANYUWANGI – Kasus HNI MDS di Banyuwangi memang tergolong tinggi. Hingga bulan September 2014 orang yang terjangkit virus penyakit yang menggerogoti ketahanan tubuh itu berjumlah 2.008 orang. Angka itu terhitung sejak tahun 1999 hingga 2014. Di Banyuwangi hanya pencegahan HIV/AIDS terus dilakukan. Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Banyuwangi tak henti-hentinya melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Belum lama ini, KPA menggandeng pengurus PKK kabupaten menggelar lomba peduli AIDS yang pesertanya dari ibu-ibu PKK di 24 kecamatan di Banyuwangi. Setelah melalui penilaian yang cukup alot. kemarin (12/11) hasil lomba PKK peduli HlV/ AIDS diumumkan. Juara l diraih PKK Kecamatan Sempu, juara ll PKK Glenmore, dan juara lll PKK Cluring. Penyerahan hadiah untuk juara l kemarin di serahkan oleh Bupati Abdullah Ansar Anas dalam puncak peringatan hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 di halaman kantor Pemkab Banyuwangi. 

Sekretaris KPA Banyuwangi Waluyo SKP, MM mengatakan, lomba ini di ikuti PKK di 24 kecamatan. Tahap awal, masing-masing peserta di wajibkan mengirim check list tentang program pencegahan HIV/AIDS. Pesona melampirkan foto-foto kegiatan. Setelah dinilai akhirnya terpilih sepuluh terbaik. Mereka adalah PKK Sempu, Glenmore, Cluring. Songgon. Genteng, Kalipuro, Singojuruh, Tegaldlimo, Pesangggaran, dan Muncar.

“Dari sepuluh terbaik itu selanjutnya kita seleksi menjadi juara 1,2, dan 3,” kata Waluyo yang juga Kabid Pencegahan dam Pemberantasan penyakit pada Dinas Kesehatan Banyuwangi itu. Dari rangkaian lomba itu muncul program menarik dari para peserta. PKK Sempu dan Glenmore misalnya. Mereka punya program unggulan menarik untuk pencegahan HIV/AIDS. Setiap ada pasangan pengantin mengajukan persyaratan di kantor kecamatan. wajib menjalani tes VCT (voluntary Counseling test), yaitu tes untuk mengetahui positif tidaknya seseorang terjangkit virus HIV. 

“Tentunya pengurus PKK Sempu dan Glenmore menjalin MoU dengan KUA setempat,” imbuh Waluyo. Melihat antusias peserta lomba ini cukup bagus, ke depan pihaknya akan menggelar lomba dengan sasaran warga peduli HIV/AIDS. Yang dinilai dari lomba ini adalah program pencegahan dan penanggulangan. “Kelanjutan dari lomba ini adalah apakah nanti PKK sudah pernah sosialisasi di masyarakat dan lingkungan sekitar terkait HIV/AIDS,” tandas Waluyo. (radar)

Loading...