detik.com
Pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Ijen di Banywuangi. Petugas membeberkan kronologi remaja asal Desa Tamansari, Kecamatan Licin itu hilang.
Kepala Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Rusdi Santoso mengatakan Dzikri bersama teman-temannya berangkat mendaki Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB Dzikri bersama 2 orang temannya mendaki ke Ijen dalam rangka liburan dari pondoknya.
Pendaki yang diketahui masih berstatus pelajar itu sebelumnya berpamitan pada keluarga untuk mendaki Ijen dan menikmati keindahan alam puncak kawah Ijen. Dzikri merupakan warga sekitar yang sudah cukup mengenal Gunung Ijen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, hingga pukul 14.00 WIB Dzikri tidak kunjung pulang. Temannya yang mengetahui hal ini kemudian berupaya mencari usai mendaki tapi Dzikri tak kunjung ditemukan.
“Dilaporkan oleh keluarga nya kalau belum balik rumah sekitar pukul 14.00 tadi siang,” kata Rusdi.
Dzikri diduga hilang hilang di sunrise point, Dzikri dan kedua temannya sempat menikmati matahari terbit dari puncak Ijen sebelum akhirnya memutuskan untuk turun dari puncak Ijen. Hingga pukul 18.00 WIB, petugas gabungan masih melakukan pencarian namun hasil masih Nihil.
“sementara petugas dari BBKSDA, tim relawan dari guide dan tim SAR Independent (BSI) sedang melakukan pencarian yang diduga tempat hilangnya pendaki tersebut, di sunrise point,” tandas Rusdi.
Sebelumnya, seorang pendaki dilaporkan hilang saat mendaki puncak Gunung Ijen pada Rabu (18/2/2026) dini hari. Hingga kini tim SAR bersama sejumlah personel TNI dan Polri masih melakukan pencarian.
Kapolsek Licin AKP Karyadi saat dikonfirmasi membenarkan laporan pendaki hilang. Laporan tersebut dilaporkan pihak Balai Konservai Sumberdaya Alam (BKSDA).
“Saya sedang berada di Paltuding bersama dari BKSDA dan unsur SAR dan masih melakukan upaya pencarian,” terang Karyadi kepada detikJatim, Rabu (18/2/2026).
(auh/abq)





