ngopibareng.id
Memasuki hari ke-18, proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebagian besar bangkai kapal dan kendaraan muatannya sudah berhasil diangkat dari dasar selat Bali. Bangkai kapal dan kendaraan yang sudah terangkat dibawa ke Pantai Boom.
Perwakilan PT. Buto, perusahaan yang melakukan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, Jonathan Chandra, mengatakan, saat ini progres pengangkatan sudah mencapai 80 persen. Sebagian besar bangkai kapal sudah berhasil diangkat oleh kapal derek Pioner 88.
“Sudah kita angkat semua, tinggal bagian depan kapal saja,” jelasnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Selain bangkai kapal, kendaraan yang berhasil diangkat sebanyak 16 unit. Terdiri dari 14 truk dan 2 kendaraan kecil. Selain itu ada empat sepeda motor yang berhasil diangkat dari dalam bangkai kapal yang tenggelam pada 2 Juli 2026 tersebut. Seluruh bagian yang telah diangkat saat ini telah dibawa ke Pantai Boom dengan KMP Pioner 88.
Menurutnya, sisa bangkai yang masih belum diangkat hanya satu potong. Jonathan menyebut, diperkirakan bagian kapal yang masih tersisa di dasar selat Bali bisa diangkat dalam satu hari.
Baca Juga
Namun menurutnya, proses pengangkatan baru bisa dilaksanakan sestelah proses bongkar bagian kapal dan kendaraan dari kapal Pioner 88 rampung. Proses bongkar ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 sampai 3 hari.
“Setelah itu baru kita lakukan pengangkatan bagian kapal yang tersisa, perkiraan kita tanggal 15 Februari selesai, paling lambat tanggal 17,” tegasnya.
Setelah proses bongkar, bagian kapal dan kendaraan tersebut lebih dulu dipotong kecil-kecil. Selanjutnya bagian bangkai kapal tersebut akan diangkut ke lokasi peleburan di Surabaya dengan menggunakan truk. Secara keseluruhan, bangkai kapal dan kendaraan diperkirakan mencapai 300 sampai 400 ton.
“Kita perkirakan butuh 15 sampai 20 truk untuk mengangkutnya,” ujarnya.
Like








