sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cuaca buruk kembali melanda perairan Selat Bali, Rabu siang (11/2). Hujan deras disertai angin kencang membuat operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk terganggu.
Aktivitas pelayaran bahkan sempat ditutup sementara selama hampir 30 menit demi keselamatan penumpang dan awak kapal.
Penutupan juga terjadi dari arah sebaliknya, yakni Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini memang kerap terjadi pada periode Desember hingga Februari, saat intensitas hujan dan angin di wilayah perairan meningkat.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) melalui Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa keputusan penutupan sementara diambil setelah menerima laporan dari nakhoda kapal dan pos pantau cuaca.
Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan jarak pandang terbatas dan dinilai membahayakan pelayaran.
“Jarak pandang hanya sekitar dua kilometer. Demi keselamatan, pelayaran tidak disarankan dan penyeberangan kami tutup sementara,” ujarnya.
Penutupan berlangsung selama kurang lebih 25 menit, mulai pukul 12.05 hingga 12.30 WIB. Setelah kondisi dinilai membaik, operasional penyeberangan kembali dibuka secara bertahap.
Antrean Kendaraan Masih Terkendali
Selama penutupan berlangsung, antrean kendaraan sempat memadati area parkir Pelabuhan Ketapang. Meski demikian, arus kendaraan dilaporkan masih lancar dan tidak terjadi penumpukan signifikan di buffer zone.
Sebelum penutupan, operasional penyeberangan dilayani oleh 28 kapal dengan delapan pola trip. Kapal-kapal tersebut beroperasi melalui dermaga Moveable Bridge (MB) dan Landing Craft Machine (LCM).
Bayu menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional, terutama saat cuaca ekstrem melanda Selat Bali.
Imbauan untuk Pengguna Jasa
BPTD mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan Ketapang–Gilimanuk untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga diminta aktif memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
“Pengguna jasa kami minta terus memperbarui informasi cuaca serta mempertimbangkan menunda perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” terangnya.
Langkah antisipatif ini penting mengingat cuaca di perairan Selat Bali dapat berubah secara cepat, terutama pada musim penghujan.
BMKG Prediksi Cuaca Masih Berpotensi Buruk
Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Selat Bali bagian utara masih berpotensi buruk dalam dua hari ke depan. Hujan ringan hingga hujan disertai petir diperkirakan masih akan terjadi.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cuaca buruk kembali melanda perairan Selat Bali, Rabu siang (11/2). Hujan deras disertai angin kencang membuat operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk terganggu.
Aktivitas pelayaran bahkan sempat ditutup sementara selama hampir 30 menit demi keselamatan penumpang dan awak kapal.
Penutupan juga terjadi dari arah sebaliknya, yakni Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kondisi cuaca ekstrem seperti ini memang kerap terjadi pada periode Desember hingga Februari, saat intensitas hujan dan angin di wilayah perairan meningkat.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) melalui Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa keputusan penutupan sementara diambil setelah menerima laporan dari nakhoda kapal dan pos pantau cuaca.
Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan jarak pandang terbatas dan dinilai membahayakan pelayaran.
“Jarak pandang hanya sekitar dua kilometer. Demi keselamatan, pelayaran tidak disarankan dan penyeberangan kami tutup sementara,” ujarnya.
Penutupan berlangsung selama kurang lebih 25 menit, mulai pukul 12.05 hingga 12.30 WIB. Setelah kondisi dinilai membaik, operasional penyeberangan kembali dibuka secara bertahap.
Antrean Kendaraan Masih Terkendali
Selama penutupan berlangsung, antrean kendaraan sempat memadati area parkir Pelabuhan Ketapang. Meski demikian, arus kendaraan dilaporkan masih lancar dan tidak terjadi penumpukan signifikan di buffer zone.
Sebelum penutupan, operasional penyeberangan dilayani oleh 28 kapal dengan delapan pola trip. Kapal-kapal tersebut beroperasi melalui dermaga Moveable Bridge (MB) dan Landing Craft Machine (LCM).
Bayu menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional, terutama saat cuaca ekstrem melanda Selat Bali.
Imbauan untuk Pengguna Jasa
BPTD mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan Ketapang–Gilimanuk untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga diminta aktif memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
“Pengguna jasa kami minta terus memperbarui informasi cuaca serta mempertimbangkan menunda perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” terangnya.
Langkah antisipatif ini penting mengingat cuaca di perairan Selat Bali dapat berubah secara cepat, terutama pada musim penghujan.
BMKG Prediksi Cuaca Masih Berpotensi Buruk
Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Selat Bali bagian utara masih berpotensi buruk dalam dua hari ke depan. Hujan ringan hingga hujan disertai petir diperkirakan masih akan terjadi.








