Kuota Terbatas, 4 Tim Luar Negeri Dicoret

0
518

kuotaPagi Ini Panitia Survei Rute ITdBI

BANYUWANGI – Antusiasme  pembalap dunia untuk tampil dalam Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tahun 2015 cukup besar. Tidak sedikit tim luar negeri yang mengajukan diri dalam ajang balap sepeda edisi keempat yang digeber tanggal 6 sampai 9 Mei mendatang itu. Meski begitu, panitia tetap memiliki patokan khusus. Sebab, sesuai ketentuan, jumlah tim yang ikut terbatas. Hanya ada 20 tim yang bisa tampil dalam ajang balap sepeda yang masuk kalender tetap Union Cycliste International (UCI) itu.

Rinciannya, 15 tim continental dan 5 tim lokal dalam negeri. Tim-tim itu, di antaranya Team Ukyo, Matrix Power tag, NSC Cycling team, Terengganu Cycling team, Team 7-Eleven Roadbike Philippines, Pegasus Cycling Team, Tabriz Shadari Team, RTS- Santic Racing Team, dan Attaque Team Gusto. Selain itu, ada Skydive Dubai, HKSI Pro Cycling, St George Merida, Singha infinate Cycling Team, Geumsam Insam Cello, dan UAE national Team. Sementara itu, 5 tim asal Indonesia adalah BRCC, KFC, SAKB, Pelatda Jatim, dan Indonesia National Team. 

Jumlah tim yang tampil dalam ITdBI tahun 2015 itu sudah final. Artinya, tidak ada tim lain yang bisa tampil dalam ajang balap sepeda yang digeber tanggal 6 hingga 9 Mei mendatang itu. ‘’20 Tim itu sudah fix,’’ ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Wawan Yadmadi. Sebetulnya, ada beberapa tim yang ingin tampil menjadi kontestan dalam ITdBI edisi keempat tersebut. Ada empat tim luar negeri yang terpaksa dicoret karena kuota terbatas.

‘’Dari Netherland dan Belgia terpaksa kami coret,” paparnya. Dia menjelaskan, pada balapan tahun ini pembalap edisi tahun lalu juga banyak yang turun. Selain itu, wajah-wajah baru juga banyak. ‘’Juara bertahan, Peter Pouly, memastikan tampil lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Pembalap asal Prancis itu masih tetap bergabung bersama Singha Infinite Thailand. Tentu saja, untuk mempertahankan gelar, dia akan bersaing dengan pembalap lain yang dikalahkan pada tahun lalu. ‘’Jadi, persaingan akan menarik,” tandasnya. 

Ada empat etape yang akan dilalui para pembalap dengan jarak tempuh total 555 km. Etape pertama berjarak  69,4 kilometer (Km) dengan start di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Glenmore menuju Taman Blambangan, kota Banyuwangi. Etape kedua berjarak 147,7 kilometer. Rute yang dilalui, dari RTH Maron, Genteng, melintasi jalanan di kawasan Banyuwangi Selatan dan Barat. Kemudian, finis di Taman Blambangan, Banyuwangi. Pada etape ketiga jarak tempuh sekitar123,5 Km. Start di Kecamatan Muncar dan finish di Paltuding,  kaki Gunung Ijen.

Baca :
Truk Tronton Vs Dua Motor di Banyuwangi, Satu Tewas

Tentu saja, etape ketiga tersebut merupakan rute yang paling berat. Pada etape empat atau terakhir, para pembalap akan menempuh rute flat sepanjang 114,4 kilometer dari RTH Kecamatan Wongsorejo dan finis di Taman Blambangan. Sementara itu, pihak penyelenggara ITdBI 2015 terus memperbaiki kondisi rute yang bakal dilewati pembalap. Salah satu aspek yang kini menjadi perhatian adalah faktor pengamanan. Demi mendukung kelancaran dan ketertiban ajang balap sepeda internasional itu, kepolisian dan panitia penyelenggara berencana melakukan survei jalur yang akan digunakan dalam lomba. 

Survei itu melibatkan beberapa personel kepolisian mulai Satuan Lalu Lintas hingga Sabhara. Rencananya, pagi ini pemetaan pengamanan itu akan dilakukan secara berkala. Survei ini penting untuk mengetahui titik pengamanan dan kerawanan pada balap sepeda nanti,” ujar Kompol Sujarwo, Kabag Ops Polres Banyuwangi. Ditemui di ruang kerjanya kemarin, Sujarwo menuturkan survei itu sangat penting bagi kepolisian. Survei itu nanti akan melahirkan keputusan penempatan personel pengamanan. Titik rawan dan jalur rawan bagi peserta dan masyarakat selama penyelenggaraan bisa diketahui berdasar survei itu nanti.

Selain itu, juga akan diketahui jalur yang bisa digunakan masyarakat selama lomba berlangsung. Pemetaan rute itu akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi panitia untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan. “Pengamanan kondisi jalan juga akan masuk dalam survei,” katanya. Melihat panjangnya rute yang akan dilalui pembalap, survei kemungkinan akan dilakukan secara bertahap. Namun, tidak menutup kemungkinan survei bisa dilakukan sekaligus di beberapa etape.(radar)