Kurikulum Anak Terlalu Berat

0
184

kurikulumBANYUWANGI – Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak-anak yang sehat dan cerdas dan berkarakter positif? Isu itu dikupas tuntas oleh psikolog Dr. Seto Mulyadi di auditorium Univer sitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi kemarin (20/3). Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mengatakan, hak-hak anak sekarang ini banyak yang terlanggar. Salah satunya, kita sering memaksa hingga memarahi anak. “Ini mengganggu perkembangan mental anak,” kata pria yang akrab dipanggil Kak Seto itu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kak Seto juga menyindir kuri kulum pendidikan anak yang terlalu berat. Anak-anak sekolah hingga sore, itu pun masih diberi pekerjaan rumah (PR). “Setelah  pulang disuruh les matematika. Lah, kapan mainnya? Anak-anak kan masih butuh bermain,” jelas Kak Seto. Dikatakan, karakter menentukan bentuk kontribusi seseorang kepada dirinya sen diri, keluarga, dan lingkungan. Karakter adalah kepribadian yang dievaluasi secara normatif, baik positif maupun negatif.

“Karakter atau watak inilah yang berpotensi mempengaruhi pola pikir, perasaan, dan tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dijelaskan, dengan membangun karakter anak, berarti kita menyelamatkan masa depan mereka. Anak yang baik tentu akan lebih disukai lingkungan. Mereka nanti akan memiliki masa depan yang lebih cerah karena kemampuan sosialnya tinggi dan karakternya baik dan memikat.

Acara yang digagas Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi itu juga menghadirkan Andreina Marcelina. Seribu peserta hadir dalam seminar nasional yang dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas itu. Selain dari Banyuwangi, ada juga peserta dari luar kota. Mereka  adalah tenaga pendidik, mulai PAUD hingga sekolah menengah. Dokter juga ada yang ikut. (radar)

Loading...