Lagi, Dua Warga Keracunan Urap-urap Opname

0
168
Nurul Basiroh dan Yuli Kanti masih menjalani perawatan di RSI Fatimah Banyuwangi kemarin (19-8).

Sisa Urap-urap Disita Polisi

BANYUWANGI – Polisi akhirnya mengamankan sisa makanan yang diduga sebagai penyebab puluhan warga keracunan di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

Sisa makanan berupa menu urap-urap berbagai macam sayuran tersebut diambil oleh aparat Polsek Kota Banyuwangi dari sampah yang dibuang tuan rumah pengajian jumat lalu. Selanjutnya, sisa urap-urap itu dikirim ke Polres Banyuwangi untuk dilakukan identifikasi.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, pemilik rumah, Wayan Sumantri beserta istrinya, Endang Purnamasari sudah dimintai keterangan. Pasutri tuan rumah pengajian itu menjelaskan seputar proses pembuatan urap-urap sayuran yang disajikan pada para tamu pengajian tersebut.

“Wayan dan istrinya, serta ibu mertuanya juga mengalami keracunan. Perut meraka terasa malas, muntah, kepala pusing dan badannya panas,” ujar Kapolsek Ali. Kapolsek menjelaskan, pengajian kampung tersebut digelar di rumah Wayan pada Kamis malam lalu (17/8).

Pengajian rutin kali ini dihadiri sekitar 70 orang warga. Sementara itu, tidak semua jamaah bisa hadir malam itu. Karena total anggota jamaah pengajian itu sebanyak 105 orang. Sehari setelah pengaiian malam itu, warga mulai mengeluh sakit perut.

Beberapa warga muntah dan kepala pusing sejak jumat pagi hingga malam hari (18/8). Keluhan yang sama dialami banyak warga. Beberapa warga yang tidak sedang dalam kondisi membaik, akhirnya dirawat di rumah sakit. Gejala sakit diduga keracunan makanan ini terus berlanjut hingga kemarin (19/8).

“Dari hasil pemeriksaan sementara di lapangan, tidak ada unsur kesengajaan. Sehingga tidak dilakukan penahanan terhadap pemilik rumah. Kami juga masih melakukan pengembangan penyidikan untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan warga sekampung tersebut,” jelas Kapolsek Ali Masduki.

Loading...

Sementara itu, Endang Purnamasari menjelaskan, seluruh bahan makanan tersebut dibelinya dari para penjual seperti biasa. Dia belanja daging ayam maupun beberapa jenis sayuran untuk bahan urap-urap seperti kacang panjang dan kenikir juga dari pedagang biasanya.

“Untuk sayuran lainnya yang di gunakan campuran seperti daun singkong dan daun pepaya, saya mencari di beberapa rumah warga,” jelas perempuan berumur 28 tahun itu. Endang menceritakan, seperti biasanya, setiap malam jumat warga setempat menggelar pengajian rutin.

Kebetulan pada hari itu, suaminya mendapat giliran sebagai tuan rumah pengajian. Karena itu, Endang berinisiatif memasak suguhan pengajian dengan menu nasi urap-urap dan daging ayam yang dipotong kecil-kecil.

Endang mengaku sudah menyiapkan menu untuk 100 porsi. Karena yang hadir dalam pengajian malam itu sekitar 70 orang, maka sisanya menu yang sudah disiapkan diberikan kepada para tetangga.

“Saya tidak menyangka para anggota pengajian dan puluhan warga lainnya juga mengalami keracunan,” imbuh Endang sembari menahan sakit. Kejadian dugaan keracunan ini mengakibatkan enam orang tetangga Endang mendapat perawatan di RSI Fatimah, dan dua orang lainnya dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Mereka terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisinya lumayan mengkhawatirkan. Sedangkan puluhan warga lainnya memilih dirawat di rumah masing-masing.

Sementara itu, Wiwik 49, baru masuk ruang perawatan di RSI Fatimah Banyuwangi Sabtu kemarin (19/8). Wiwik sudah merasakan gejala yang sama dengan para tetangga lainnya dua hari sebelumnya. Namun karena kondisi Wiwik semakin lemah, pihak keluarga membawa ke RSI Fatimah kemarin.

“Setelah menyantap makanan dari Endang, tiba-tiba perut saya mual disertai kepala pusing lalu muntah-muntah,” cerita Wiwik. Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara menyantap hidangan makanan pengajian, warga satu kampung di RT 02/RW 03, Lingkungan Wonosari, KeIurahan Sobo, Banyuwangi mengalami keracunan masal jumat pagi kemarin.

Enam orang terpaksa dilarikan ke RSI Fatimah, dua orang di RSUD Blambangan. Sebagian lagi menjalani perawatan di rumah masing-masing. Mereka mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah.

Hingga tadi malam, warga yang opname masih mendapat penanganan serius dari petugas medis. Satu orang sudah diperbolehkan pulang “Warga keracunan usai menyantap makanan di acara pengajian,” ujar Frengki Parwisa, salah satu kerabat korban keracunan.

Infomasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, musibah keracunan berawal dari acara pengajian rutin malam jumat di rumah Wayan Sumantri, Lingkungan Wonosari, Sobo.

Usai menyantap makanan, warga tak langsung merasakan dampaknya. Baru pagi harinya, banyak yang mengeluhkan sakit perut, mual dan pusing. Bahkan ada pasien mengeluhkan tidak bisa menggemukkan tangannya.

“Yang muntah-muntah juga banyak,” kata Frengky. Warga yang parah akhirnya dilarikan ke RSI Fatimah. Mereka adalah Doni Parwira, 36, Nurul Basiroh, 33, Yuli Kanti, 25, Sri Nur Handayani, 33, Sri Nur Handayanti, 33, dan Mustofa, 61.

Sebagian lagi dirawat di RSUD Blambangan yakni Sri 40, dan Munasir, 46. Menyusul kemudian, pasien baru yang datang di RSI Fatimah yaitu Wiwik, 49, dan Ripun, 50. (radar)

loading...