Kemah Berbuah Musibah

0
1146

96 Siswa MTs Maulana Ishaq Keracunan Nasi Bungkus


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SONGGON – Perkemahan sabtu malam Minggu (Persami) pelajar MTs Maulana Ishaq, Desa Benelan lor Kecanmtan Kabat berubah menjadi musibah, Sabtu malam kemarin (31/10). Sedikitnya 96 siswa peserta Persami mendadak keracunan usai menyantap nasi bungkus yang disediakan sekolalah.

“Rasanya sakit, perut mual mau muntah, kepala pusing, badan saya lemas,” keluh Kartika, 14, salah seorang siswa peserta Persami. Kartika menjelaskan, perkemahan Pramuka itu berangkat dari sekolah pukul 14.00 Jumat siang (30/10).

Lokasi perkemahan sudah dientukan oleh sekolah, yakni di sekitar lokasi Bumi Perkemahan Karo Adventure, Dusun Sumberagung. Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Mereka didampingi 15 pembina Pramuka.

Hari pertama usai mendirikan tenda dan hingga Sabtu pagi (31/10) berjalan normal. Petaka keracunan baru terjadi, sekitar pukul 13.00 Sabtu siang (31/10) setelah ratusan siswa peserta Persami makan siang menyantap nasi bungkus yang dikirim oleh pihak sekolah ke lokasi bumi perkemahan.

“Nasinya masih baik, cuman ikannya memang agak bau. Karena lapar tetap saya makan,” cetus Kartika. Selang sekitar satu jam kemudian (sekitar pukul 14.00), salah seorang siswa mendadak mengeluhkan sakit perut, mual dan kepalanya pusing.

Pembina Pramuka sigap memberikan pertolongan pertama dengan meminta tolong kepada warga sekitar untuk memanjat atau mengambilkan kelapa muda. Setelah satu orang diberi minum air kelapa muda, mendadak puluhan pelajar lainnya mengerang kesakitan dengan keluhan yang sama.

“Awalnya itu satu dua anak, tapi terus langsung banyak dan kacau sudah sampai dibawa ke puskesmas ini,” jelasnya.  Sore itu juga,  Pembina Pramuka langsung mencoba menghubungi salah satu dokter terdekat disekitar bumi perkemahan.

Sayangnya, dokter tidak bisa datang ke lokasi perkemahan dan satau persatu siswa yang mengalami keracunan dievakuasi menuju Puskesmas Songgon menggunakan mobil patroli polisi dan mobil pribadi seadanya. Situasi Puskesmas Songgon mendadak sibuk, dan gawat darurat.

Mendengar peristiwa itu, aparat kepolisian, koramil, satpol pp, dibantu warga  mem bantu proses evakuasi dari bumi perkemahan Karo Adventure menuju Puskesmas Songgon yang jaraknya sekitar 5 kilometer. Para orang tua siswa peserta perkemahan yang mengetahm anaknya menjadi korban keracunan langsung mendatangi Puskesmas Songgon.

“Saya baru dikabari maghrib, syukur anak saya masih sadar,” ujar Nurudin, 30, salah satu wali murid. Seluruh ruangan Pusksemas Songgon penuh sesak. Para siswa langsung mendapat penaganan tim medis Pusksemas Songgon dengan diberikan selang infus.

Karena tempat tidur terbatas, para pasien keracunan ditempatkan di lantai seadanya. Karena tidak memungkinkan dan belum ada fasilitas rawat inap di Puskesmas Sengon, para pasien selanjutnya dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Semua korban kita rujuk ke Puskesmas Gitik, PKU Muhammadiyah, dan RSNU Mangir,” ujar Kepala Puskesmas Songgon, Wawan Prayitno. Setelah mendapatkan penanganan medis, satu-persatu korban selanjutnya dirujuk ke rumah sakit terdekat yang tersedia layanan rawat inap.

Karena kondisi darurat, para korban keracunan tersebut dinaikkan ke dalam truk Fuso menuju rumah sakit NU Mangir. “Kami kerahkan semua personel dengan koordinasi antar instasi dan lembaga. Syukur semuanya sudah bisa tertangani dengan cepat,” ungkap Camat Songgon, wagianto, ditemui Jawa Pos Radar Genteng, Sabtu malam (31/10).

Sayangnya, Kepala Sekolah MTs Maulana Ishaq dan pembina Pramuka belum ada yang mau berkomentar. Mereka tampak syok dengan kejadian yang menimpa siswanya tersebut. “Kepala sekolahnya masih syok, belum bisa diajak bicara,” ujar Kapolsek Songgon, AKP Abdul Jabar.

Informasi tersebut tampaknya mengundang keprihatinan sejumlah pejabat teras Pemkab Banyuwangi. Sekretaris Daerah Banyuwangi, Slamet Karyono langsung mendatangi para korban  keracunan di RSNU Mangir, Puskesmas Gitik, dan PKU Muhamnadiyah, Rogojampi, pukul 22.00 Sabtu malam (31/10).

Kedatangan Slamet sebagai wujud  serta memberikan dukungan serta motivasi kepada keluarga korban. Data terakhir dari kepala Seksi Pelayanan dan Farmasi Dinas Kesdiatan (Dinkes) Banyuwangi, Mujito, hingga Minggu Siang (1/11), jumlah total korban keracunan itu sebanyak 94 siswa dengan rincian di rawat di Puskesmas Gitik ada 13 siswa, di PKU PKU Muham Rogojampi ada delapan siswa, dan 43 siswa lainnya menjalani rawat inap di RSNU Mangir.

Selain itu, juga ada yang menjalani rawat  di bidan indah sebanyak delapan orang, dan perawat Arif ada 22 orang. “Itu termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB),” ungkap Mujito.  Atas kejadian tersebut, pihaknya telah menerjunkan tim kesehatan ke Puskesmas Pembantu Gombolirang.

Puskesmas Badean, Kecamatan Kabat, juga diminta untuk jemput bola dengan mendatangi rumah siswa yang terkena keracunan. Karena diindikasikan masih ada korban keracunan yang ketakutan memeriksakan ke petugas kesehatan.

“Kita akan berupaya maksimal agar semua korban tertangani dengan baik, dan tidak sampai jatuh korban jiwa,” katanya.  Kabar terkini,  tadi malam kondisi siswa yang menjalani membaik. Dari 94 yang keracunan, sebagian sudah boleh pulang. Kini  50 siswa yang masih menjalani rawat inap. (radar)