Lagu Osing tak Pernah Surut

0
1742

laguPADA tahun 1970-an, lagu kendang kempul khas Banyuwangi mencapai puncak ke jayaan. Tidak hanya mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, lagulagu berbahasa Osing tersebut juga sukses me rambah beberapa daerah tetangga, yak ni sejumlah kota di wilayah Jawa Timur, khususnya wilayah Tapal Kuda dan Bali. Ketenaran lagu kendang kempul pun sukses membelalakkan mata para produser mu sik ibu kota.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Buktinya, sejumlah lagu ber bahasa Osing banyak yang digubah ulang menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Salah satu lagu kendang kem pul yang dirilis ulang dengan lirik ba ha sa Indonesia adalah “Ulan Andung-an dung”. Eksistensi musik Banyuwangi itu mengantarkan beberapa seniman lokal go na sional. Sebut saja Sumiati dan Alif S. Sayang, seiring berjalannya waktu, lagu ken dang kempul mulai “ditinggalkan” masyarakat.

Bahkan, di tahun 1990-an, lagulagu Banyuwangi tersebut seolah “mati suri”. Meski sejumlah seniman tetap eksis menciptakan lagu berbahasa Osing, tapi aliran musik yang satu itu tak bisa me ngulang memori manis kejayaannya. Hingga akhirnya sekelompok anak muda yang tergabung dalam grup musik Patrol Or kestra Banyuwangi (POB) berhasil mengobrak-abrik pasar musik Bumi Blam bangan. Dengan mengusung 12 lagu andalan, Album POB I yang dirilis tahun 2001 dalam bentuk kaset pita itu sukses ter jual sekitar 300 ribu copy.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last