Lagu Osing tak Pernah Surut

0
1767

laguPADA tahun 1970-an, lagu kendang kempul khas Banyuwangi mencapai puncak ke jayaan. Tidak hanya mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, lagulagu berbahasa Osing tersebut juga sukses me rambah beberapa daerah tetangga, yak ni sejumlah kota di wilayah Jawa Timur, khususnya wilayah Tapal Kuda dan Bali. Ketenaran lagu kendang kempul pun sukses membelalakkan mata para produser mu sik ibu kota.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Buktinya, sejumlah lagu ber bahasa Osing banyak yang digubah ulang menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Salah satu lagu kendang kem pul yang dirilis ulang dengan lirik ba ha sa Indonesia adalah “Ulan Andung-an dung”. Eksistensi musik Banyuwangi itu mengantarkan beberapa seniman lokal go na sional. Sebut saja Sumiati dan Alif S. Sayang, seiring berjalannya waktu, lagu ken dang kempul mulai “ditinggalkan” masyarakat.

Bahkan, di tahun 1990-an, lagulagu Banyuwangi tersebut seolah “mati suri”. Meski sejumlah seniman tetap eksis menciptakan lagu berbahasa Osing, tapi aliran musik yang satu itu tak bisa me ngulang memori manis kejayaannya. Hingga akhirnya sekelompok anak muda yang tergabung dalam grup musik Patrol Or kestra Banyuwangi (POB) berhasil mengobrak-abrik pasar musik Bumi Blam bangan. Dengan mengusung 12 lagu andalan, Album POB I yang dirilis tahun 2001 dalam bentuk kaset pita itu sukses ter jual sekitar 300 ribu copy.

Salah satu seniman yang berperan be sar memunculkan grup musik “POB” ada lah Triyono Adi, 50. Pria yang lebih di kenal dengan nama Yons DD itu adalah kom poser sejumlah lagu dalam album yang laris-manis di pasaran tersebut, di an taranya “Semebar”, “Tetese Eluh”, dan “Ma war”. Menurut Yons, sebenarnya tiga lagu tersebut diciptakan tahun 1993 silam Lagu-lagu yang belakangan booming di pasaran itu awalnya sangat sulit menembus dapur re kaman.

Sejumlah produser lo kal enggan menerima lagulagu karya Yons lantaran di anggap tidak sesuai selera pasar. Belum mau menyerah, Yons te tap menyodorkan karyanya itu ke sejumlah dapur re kaman di Jakarta. Lagi-lagi dia ha rus gigit jari. Sekembali ke Bumi Blambangan, pria berperawakan kurus itu me nyodor kan 12 lagu ciptaannya beserta grup musik patrol yang dia bidani ke salah satu rumah produksi di Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2