Lebaran Jadi Imam dan Khatib di Taiwan

0
2355


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

HARI sudah mulai sore. Jarum jam menunjukkan pukul 16.00. Puluhan warga berkumpul di sebuah rumah dengan berpakaian baju koko lengkap mengenakan sarung dan songkok. Sementara ibu-ibu juga mengenakan busana muslim dan berkerudung.

Mereka tampak akrab. Perbincangan sore itu benar-benar hangat dan semakin mempererat hubungan antar keluarga. Sore itu, Ustad Ghofar-panggilan akrabnya-sedang menggelar tasyakuran Bani Lazim. H. Mohammad Lazim adalah nama ayah kandung Ustad Ghofar.

Orang tua, remaja, dan anak-anak ikut bergembira dan larut dalam pertemuan akbar tersebut. Pertemuan Bani Lazim tersebut bukan kali pertama diselenggarakan, melainkan sudah rutin dilaksanakan pada 23 Ramadan setiap tahunnya.

“Khusus setiap 23 Ramadan, saya tidak menerima undangan pengajian. Karena tepat dengan tasyakuran hari kelahiran saya,” ungkap Ustad Ghofar. Dalam pertemuan Bani Lazim itu, secara khusus dia memberikan tunjangan hari raya (THR) pada seluruh keluarga dan kerabat.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last