Lokalisasi Ditinggal Penghuni

0
280

Banyuwangi sudah punya payung hukum untuk melakukan pengendalian pekerja seks komersial (PSK). Dampaknya, lokalisasi ditinggal penghuninya. Dari 600 PSK yang beroperasi, kini hanya tersisa 241 orang. DUA payung hukum tentang PSK itu adalah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 88/2011, dan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188/348/KEP/429.011/2012. Perbup 88 /2011 mengatur pencegahan dan penanggulangan penyebarlu- asan PSK di Banyuwangi. SK Nomor 188/2012 mengatur pembentukan tim pengawas penyebarluasan PSK.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam Perbup 88 diatur tentang tujuan pencegahan dan penanggulangan PSK untuk mengurangi peredaran dan penyebaran penyakit HIV/AIDS dan penyakit masyarakat lain. Sasaran pencegahan adalah mengurangi berkurangnya PSK dan lokalisasi. Dalam perbup itu diatur tentang pencegahan dan penanggulangan penyebaran PSK. Langkah-langkahnya, mendata jumlah PSK, jumlah mucikari, dan jumlah pemilik rumah dan wisma.

Langkah lain adalah pembinaan. Dalam perbup yang diteken Bupati Abdullah Azwar Anas pada 30 Desember 2012 itu mengatur bentuk dan teknis pembinaan PSK. Pembinaan yang diatur dalam perbup adalah pembinaan bimbingan mental, sosial, dan ekonomi, pelatihan keterampilan, penyuluhan dan pendampingan masalah kesehatan. Perbup itu juga mengatur terkait pejabat yang ditunjuk bupati sebagai pelaksana pembinaan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Latihan Sea Survival dan SAR Digelar di Selat Bali