Lokasi Tepi Pantai Sekaligus Jadi Objek Wisata

0
344

Sarana olahraga di Banyuwangi bertambah lagi. Sirkuit motocross yang dibangun atas inisiatif Tjipta Sudjarwo Tjoek selesai dibangun di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Seperti apa sirkuit berstandar nasional itu?
-NIKLAAS ANDRIES, Muncar-

UDARA panas terasa cukup menyengat di kawasan pantai dekat lapangan tembak di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Teriknya matahari itu sedikit terobati dengan embusan angin yang cukup kencang. Tetapi, cuaca panas itu tidak mengganggu para pekerja yang tengah sibuk membenahi sirkuit motocross yang berhadapan langsung dengan Selat Bali tersebut. Tampak dua jenis alat berat, backhoe dan buldoser. Dua alat berat itu menderu diiringi asap hitam yang mengepul dari cerobong asap.

Dua kendaraan berat itu hilir mudik menata gundukan tanah dengan sekop raksasa. Atau dengan kata lain, dua kendaraan itu melakukan finishing. Selain dua alat berat itu, ada puluhan pekerja lain yang bekerja menggunakan alat sederhana. Mereka terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama bekerja di luar arena. Sambil mengenakan topi sebagai pelindung panas, me-reka membersihkan rumput liar yang tumbuh subur di sekitar lintasan dan luar arena balapan menggunakan peralatan sederhana, seperti cangkul dan celurit Kelompok satu lagi bekerja serius di dalam sirkuit.

Ada beberapa pegawai yang bertugas mempersiapkan pintu  start, paddock, tribun penonton, dan kantin untuk pedagang yang ingin mengais rezeki dalam kegiatan adu cepat motor itu. “Semua bagian sudah selesai dan lomba siap dilaksanakan,” beber Lukman Cahyono, ketua penyelenggara. Berlatar di pinggir pantai, selain menjadi arena olahraga, Sirkuit Kumendung juga sebagai tempat wisata. Sirkuit yang dibangun di atas lahan lebih-kurang empat hektare (ha) itu didesain dengan standar nasional. Konsultan berpengalaman dengan sertifikasi nasional pun diterjunkan untuk menggarap arena otomotif tersebut.

Baca :
Tekan Penyebaran Corona, Banyuwangi Atur Jam Operasional Pusat Perbelanjaan-Pasar Modern
Loading...

Butuh waktu dua bulan untuk membangun lintasan motocross itu; mulai survei hingga finishing. Dibekali beberapa rintangan, sirkuit tersebut memiliki panjang lebih-kurang 1200 meter. Ada beberapa rintangan yang akan ditemui pembalap saat beradu cepat, di antaranya double top mini, super bowl, camel, kipas ganda, big triple, big double, dan big double top. Meski banyak jenis rintangan, sirkuit tersebut relatif familiar bagi para pembalap. Tidak hanya pembalap profesional, crosser pemula pun dijamin nyaman dalam unjuk gigi di sirkuit tersebut. Terlebih lagi, semua bagian sirkuit didukung fasilitas memadai.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2