Lokasi Tepi Pantai Sekaligus Jadi Objek Wisata

0
384

Sarana olahraga di Banyuwangi bertambah lagi. Sirkuit motocross yang dibangun atas inisiatif Tjipta Sudjarwo Tjoek selesai dibangun di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Seperti apa sirkuit berstandar nasional itu?
-NIKLAAS ANDRIES, Muncar-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

UDARA panas terasa cukup menyengat di kawasan pantai dekat lapangan tembak di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Teriknya matahari itu sedikit terobati dengan embusan angin yang cukup kencang. Tetapi, cuaca panas itu tidak mengganggu para pekerja yang tengah sibuk membenahi sirkuit motocross yang berhadapan langsung dengan Selat Bali tersebut. Tampak dua jenis alat berat, backhoe dan buldoser. Dua alat berat itu menderu diiringi asap hitam yang mengepul dari cerobong asap.

Dua kendaraan berat itu hilir mudik menata gundukan tanah dengan sekop raksasa. Atau dengan kata lain, dua kendaraan itu melakukan finishing. Selain dua alat berat itu, ada puluhan pekerja lain yang bekerja menggunakan alat sederhana. Mereka terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama bekerja di luar arena. Sambil mengenakan topi sebagai pelindung panas, me-reka membersihkan rumput liar yang tumbuh subur di sekitar lintasan dan luar arena balapan menggunakan peralatan sederhana, seperti cangkul dan celurit Kelompok satu lagi bekerja serius di dalam sirkuit.

Ada beberapa pegawai yang bertugas mempersiapkan pintu  start, paddock, tribun penonton, dan kantin untuk pedagang yang ingin mengais rezeki dalam kegiatan adu cepat motor itu. “Semua bagian sudah selesai dan lomba siap dilaksanakan,” beber Lukman Cahyono, ketua penyelenggara. Berlatar di pinggir pantai, selain menjadi arena olahraga, Sirkuit Kumendung juga sebagai tempat wisata. Sirkuit yang dibangun di atas lahan lebih-kurang empat hektare (ha) itu didesain dengan standar nasional. Konsultan berpengalaman dengan sertifikasi nasional pun diterjunkan untuk menggarap arena otomotif tersebut.

Butuh waktu dua bulan untuk membangun lintasan motocross itu; mulai survei hingga finishing. Dibekali beberapa rintangan, sirkuit tersebut memiliki panjang lebih-kurang 1200 meter. Ada beberapa rintangan yang akan ditemui pembalap saat beradu cepat, di antaranya double top mini, super bowl, camel, kipas ganda, big triple, big double, dan big double top. Meski banyak jenis rintangan, sirkuit tersebut relatif familiar bagi para pembalap. Tidak hanya pembalap profesional, crosser pemula pun dijamin nyaman dalam unjuk gigi di sirkuit tersebut. Terlebih lagi, semua bagian sirkuit didukung fasilitas memadai.

Paddock bagi pembalap dan peralatan pendukung, seperti kompresor dan alat mekanik lain, juga tersedia. Sirkuit tersebut mengundang perhatian sejumlah pembalap dan pemerhati otomotif di Tanah Air. Selain memastikan hadir dalam kejuaraan yang digelar mulai hari ini, sederet pemerhati otomotif juga menyatakan berminat menjadikan arena tersebut sebagai arena otomotif berskala nasional di masa mendatang. Melihat kelengkapan fasilitas dan standar pembangunan sirkuit yang digunakan, tentu saja pembangunan sirkuit tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Biaya pembangunan sirkuit tersebut diestimasi menembus miliaran rupiah. Itu belum termasuk ratusan truk material batu dan pasir yang digunakan.

Setiap hari, truk hilir-mudik mengangkut material pendukung lintasan balap itu. Semua bahan alam itu merupakan swadaya Tjipta Sudjarwo Tjoek.Di tahap pertama ini, owner PT. Sumber Yala Samudera itu baru berkonsentrasi membangun sirkuit motocross. Tahap berikutnya, Tjipta Sudjarwo Tjoek akan membangun sirkuit grasstrack dan road race. Lokasinya tidak jauh dari sirkuit motocross. Memiliki panjang lintasan 600 meter dan lebar 12 meter, sirkuit ini nanti siap menjadi pesaing sirkuit Kenjeran, Surabaya. Bila sirkuit-sirkuit tersebut terealisasi, bukan mustahil Sirkuit Kumendung akan menjadi jujugan para pembalap lokal dan nasional. Ditambah keindahan panorama Gumuk Kantong, Sirkuit Kumendung adalah magnet tersendiri bagi Banyuwangi. “Sirkuit ini nanti lebih besar dan lebih panjang daripada Surabaya (Kenjeran). Ditambah kondisi alamnya yang indah, Sirkuit Kumendung bisa jadi objek wisata olahraga,” bebernya. (radar)