Makin Sepi Gara-gara CCTV

0
291

Sementara itu, aktivitas bisnis lendir di lokalisasi Sumberloh, Desa Benelan Kidul, relatif masih tinggi. “Yang dari luar Banyuwangi banyak,” terang Tanti (nama samaran), salah satu penghuni lokalisasi Sumberloh. Mereka bukan hanya berasal dari beberapa kota di Jawa Timur, ada juga penghuni yang me- ngaku datang dari Su- matera.

“Kalau ada razia, kita langsung sembunyi,” sebut Tanti yang mengaku dari Sumatera Selatan itu. Sementara itu, beberapa PSK asal luar daerah itu diduga sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Banyuwangi. Sehingga, mereka bisa lolos saat ada razia. “Sama Bapak dibuatkan KTP,” jelas Yuyun (nama samaran), penghuni Sumberloh yang mengaku dari Jember. Meski begitu, populasi penghuni Sumberloh kali ini sudah menurun dibanding beberapa tahun lalu.

Sejumlah wisma di lokalisasi itu sudah banyak yang tutup. “Anak-anak banyak yang pulang, jadi sekarang sepi,” kata salah satu mucikari yang minta namanya tidak dikorankan. Mucikari itu mengaku ingin meninggalkan bisnis esek-esek. Tetapi, karena rumah yang dikelola itu mi- liknya sendiri, maka niat itu belum bisa diwujudkan. “Capek, sekarang sangat sepi,” ujarnya. Sementara itu, akhir-akhir ini pengunjung Sumberloh semakin menyusut. Kondisi itu membuat penghuni lokalisasi memilih angkat koper. “Sejak dipasangi CCTV jadi sepi,” kata perempuan yang biasa disapa Mami itu. (RADAR)

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
American Red Cross Pilih Banyuwangi Jadi Pilot Project Program Kesiapsiagaan Gempa