Manisnya Bertani Jeruk

0
1303

manisnuaSehari Kirim 6 Ton, Transaksi Rp 210 Juta


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI dikenal sebagai lum bung jeruk di Jawa Timur setelah tanaman padi. Saat ini, sentra-sentra je ruk tersebar berada di wilayah Pesanggaran, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Pur woharjo. Di kawasan itu, ratusan hek tare lahan pertanian penuh tanaman je ruk keprok (Citrus reticulata/Nobilis l). Bagi petani jeruk, berkebun buah rasa manis itu cukup menjanjikan. Gudang ukuran 5×10 meter itu penuh kotak yang terbuat dari kayu.

Di dalamnya berisi jeruk yang sudah dipilah-pilah; ada yang berukuran super, se dang, dan kecil. Buah-buah itu siap di kirim ke luar Banyuwangi. Beberapa orang sibuk mengepak buah jeruk dan selanjutnya diangkut ke truk Colt Disel. Itulah kesibukan yang terlihat di rumah Agus Suprapto di Dusun Kaliboyo, Desa Kra denan, Kecamatan Purwoharjo. Pria be rusia 37 tahun sudah bertahun-tahun menekuni bisnis jeruk manis. Selain se bagai pengepul, Agus juga memiliki la han jeruk berhektare-hektare.

Praktis, setiap hari kesibukan bos UD Amalia Buah itu cukup padat. ”Ini proses penge pakan, Mas. Jeruk-jeruk ini siap dik irim ke luar kota. Kita harus hari-hati me nata jeruk ini agar tidak membusuk,’’ ujar Agus kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Kamis kemarin (23/5). Jeruk dalam kemasan itu siap dikirim ke Jakarta, Kediri, Jawa Tengah, dan Bali. Da lam sehari, Agus mampu mengirim 4 sampai 5 truk colt diesel. Satu truk berisi 6 ton jeruk. Jika diasumsikan harga per kilo gram jeruk dari petani Rp 7.000, da lam satu truk nilainya Rp 42 juta.

Jika pakai armada 5 truk, sehari bisa transaksi jeruk Rp 210 juta. ”Bisnis jeruk itu ter gantung cuaca. Kalau hujan terus, jeruk dalam pohon bisa membusuk. Kita bisa rugi besar,’’ ucap penghobi ad venture off road itu. Agus bukan orang lama di dunia jeruk di Banyuwangi. Dia menekuni bisnis ini se jak tahun 1999. Awalnya dia beli jeruk kiloan ke petani untuk dijual lagi. Dari pe ngalaman dan keuletan ini, usahanya terus berkembang. Usaha kiloan itu akhirnya merangkak menjadi skala besar.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last